Mukisi.com-Rumah Sakit Syariah kini semakin banyak dikenal. Kehadirannya kian jadi sorotan dan membuat penasaran. Perkembangannya yang terus diperbarui dan diperbaiki semakin mencuri hati. Kini keberadaannya semakin diminati.

Jumat lalu (8/9), para mahasiswa Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Respati Indonesia (URINDO) melakukan studi banding di salah satu rumah sakit di Indonesia yang sudah tersertifikasi “syariah”, RS Islam Yogyakarta PDHI (RSIY-PDHI). Para mahasiswa itu belajar tentang penerapan standar RS Syariah di lapangan.

Jumlah peserta studi banding sebanyak 22 mahasiswa program MARS yang didampingi oleh 2 dosen pendamping. Mereka tertarik dengan perkembangan rumah sakit syariah di Indonesia yang tahun ini mulai mengemuka. Beberapa titik RSIY PDHI yang dikunjungi para peserta studi banding antara lain Unit Rawat Inap, Farmasi, Gizi, dan Laundry.

Dikatakan oleh Andi Pasya, Humas RSIY –PDHI, bahwa terdapat banyak hal yang menarik selama pelaksanaan studi banding tersebut. Khususnya antusiasme mahasiswa selama sesi diskusi dan sharing. Sesi diskusi diisi oleh dr. Lukluk Purbaningrum selaku Kepala Unit Rawat Inap RS Islam Yogyakarta PDHI yang memberikan materi tentang pengenalan dan pelayanan RS Syariah. “Banyak dari mereka yang bertanya, salah satunya ada yang bertanya tentang adakah Hospital Disaster Plan (HDP) syariah?” ujarnya.

Kemudian dr. Lukluk Purbaningrum menjawab pertanyaan tersebut, “Saat ini RS mengacu pada HDP yang telah disusun nasional dan umum, tetapi ke depannya hal ini bisa menjadi ide dan masukan menarik untuk diwujudkan,” kata Dokter Lukluk menjawab.

Rumah sakit syariah, lanjut Andi, akan selalu terbuka untuk saling belajar bersama bagi pihak manapun yang ingin mengenal lebih dalam tentang prinsip syariah dalam kesehatan Islam khususnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here