Tahun ini, 2018, ditargetkan ada sebanyak 50 Rumah Sakit yang sudah tersertifikasi “Syariah”. Untuk itu Pelatihan Asesor Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, Kamis-Jumat (30-31/8) di Hotel Sofyan Jakarta digelar.

Pelatihan itu digelar oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI). MUKISI bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional MUI (DSN-MUI).

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Kegiatan ini dilakukan khusus untuk mempersiapkan 50 rumah sakit yang tersertifikasi Syariah di 2018 ini, ” jelas Dr. dr. Endy M. Astiwara, M. A.,CPLHI.,FIIS. selaku Anggota Dewan Pembina Mukisi Pusat sekaligus Anggota Komisi Fatwa MUI dan Dewan Syariah Nasional MUI.

“Dalam pelatihan ini akan memunculkan asesor yang siap melakukan assessment kepada calon RS Syariah yang kemudian akan memunculkan rumah sakit-rumah sakit syariah baru,” terang Endy.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini, lanjutnya, diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.  “Para calon asesor yang baru ini akan tergabung dalam tim sertifikasi syariah,” tegas Dokter Endy.

Jika ditambahkan dengan asesor yang lama, Mukisi akan memiliki sebanyak 37 asesor. “Ini dalam rangka mengejar target 50 rumah sakit yang tersertifikasi syariah dalam tahun ini,” tambahnya.

Oleh karenanya, acara ini merupakan bagian vital untuk MUKISI agar selangkah demi selangkah mencapai targetnya demi kemaslahatan umat Islam di Indonesia.

Menurut keterangan Sekretaris Mukisi, dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, Sampai saat ini, sebanyak 10 rumah sakit yang sudah tersertifikasi syariah. “Ada 24 rumah sakit yang sedang proses sertifikasi. Dengan tambahan asesor baru, InsyaAllah kami yakin target kami 50 rumah sakit bisa tersertifikasi di tahun ini, mohon doanya,” ujarnya.

Membahas Akad-akad RS Syariah

Banyak hal menarik yang dibahas pada acara tersebut.  Salah satunya diungkapkan oleh dr. Ahmad Muzairi, MARS, yang mewakil dari RS PKU Wonosobo. Salah satunya ketika pembahasan akad-akad rumah sakit syariah.

“Ternyata memang banyak sekali yang harus kita dalami soal akad rumah sakit syariah. Para dokter pun sempat agak ramai kebingungan ketika dijelaskan akad-akad RS Syariah, karena ini memang jarang dibahas,” ujar pria yang juga Direktur RS PKU Wonosobo tersebut.

Sementara itu perwakilan dari RSI Unisma, dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MARS menyampaikan apresiasinya. “Luar biasa, rasanya senang sekali mendapat bimbingan langsung dari Pengurus MUKISI dan pengurus DSN MUI yang menguasai materi. Mereka kompeten di bidang dasar pengambilan hukum Islam dan implementasinya. Apalagi penyampaian materi diberikan dalam suasana yang serius namun santai,”  ujarnya menyampaikan.

Umumnya, para calon asesor itu menyambut baik dan merasa senang dengan adanya pelatihan ini, karena dalam pelatihan ini banyak yang dibahas dan dibawakan oleh ahlinya. Seperti yang dibawakan oleh Anggota Dewan MUKISI Pusat tersebut tentang materi fatwa-fatwa MUI terkait bidang kedokteran, dan materi lainnya. (ipw/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here