Mukisi.com – Tak selamanya sesuatu yang berlebih itu menyenangkan. Kelebihan berat badan, misalnya, biasanya justru dihindari. Jarum timbangan yang kian naik, tak juga bisa dibanggakan. Diet, jadi salah satu solusinya. Lalu bagaimana diet dilihat dari sisi kesehatan dan agama?

Diet seolah menjadi jalan satu-satunya bagi mereka yang bosan melihat jarum timbangan yang merangkak naik. Anggapan mereka, dengan berdiet pasti akan menurunkan jarum timbangannya. Karena, mereka membatasi kebiasaan makan untuk mencapai hal tersebut. Padahal, ada cara lain yang ampuh untuk mengurangi timbunan lemak dalam tubuh, olah raga misalnya.

Diet, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah  aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya (biasanya atas petunjuk dokter).

Sementara itu diterangkan oleh Ludy Andang, SKM seorang Nutrisionis sekaligus Manager Pelayanan Gizi RS PHC Surabaya bahwa diet adalah asupan makanan yang sesuai dengan kondisi tubuh, umur, dan jenis kelamin.

“Ada fase-fase tertentu seorang untuk menghitung berapa banyak kalori yang dibutuhkan. Anak-anak, remaja, dewasa, lansia berbeda,” terang Ludy.

Kemudian, lanjutnya kebutuhan kalori seseorang berbeda-beda sesuai dengan kesibukannya. “Orang kantoran maksimal membutuhkan 2.100 kalori, sedangkan orang lapangan membutuhkan maksimal 2.400 kalori,” lanjutnya lagi.

Berdiet sangat dianjurkan bagi siapa saja. Tak hanya untuk orang dengan tubuh jumbo, tubuh yang sudah idealpun sangat bagus jika melakukan diet. “Tak hanya yang sedang sakit, orang sehat-pun boleh berdiet,” tambah Ludy. Berdiet bagi orang yang sehat bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Maka dari itu, diet yang paling baik adalah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Tak berlebihan maupun kekurangan. “Diet yang paling disarankan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin, mineral, dan serat,” terang nutrisionis tersebut. Di mana kandungan tersebut dapat dengan mudah dijumpai pada buah dan sayur.

Diet Berbahaya

Sementara itu, Jansen Ongko seorang Ahli Gizi dan Olahraga mengungkap bahwa kesalahan dalam diet malah dapat berujung pada penyakit permanen seperti pertumbuhan terhambat, liver, malnutrisi, osteoporosis, gangguan sistem pencernaan hingga gagal jantung. “Jika seseorang salah dalam berdiet bisa sebabkan penyakit permanen. Seperti contoh, seorang berdiet hingga kekurangan vitamin A yang akhirnya menyebabkan katarak.” ungkap Jansen.

Oleh karenanya, diet menurut Jansen adalah mengatur pola makan. Bukan mengurangi porsi makan yang masuk ke dalam tubuh. Karena, jika mengurangi porsi tanpa melihat asupan yang dibutuhkan oleh tubuh, bukan sehat malah menimbulkan berbagai penyakit.

Menjaga pola makan seperti di atas, sangat dianjurkan dalam Islam. Karena, dengan diet seorang muslim akan meningkat kesehatannya dan menjadi seorang mukmin yang kuat seperti disebutkan dalam salah satu hadits yang telah shahih.

Sementara itu, berdiet yang sesuai dalam Al Quran memiliki dua poin penting. Dua poin penting tersebut adalah sebagai berikut.

Konsumsi Makanan yang Halal lagi Baik

Seorang mukmin harus benar-benar memperhatikan kesehariannya. Karena, Al Quran menjadi pedoman keseharian hidup seorang mukmin. Terutama dalam memilih makanan untuk menjadi asupan sehari-hari. Harus dipastikan halal dari sumbernya hingga kandungannya. Al Quran sudah mengungkap ini dalam surat Al Baqarah: 168 yang berbunyi,

“Wahai manusia, kalian makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi. Dan kalian janganlah mengikuti langkah-langkah Syetan. Sesungguhnya, Syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Makan Secukupnya, Jangan Berlebihan

Selain memilih makanan yang halal lagi baik. Makan dan minum secukupnya juga menjadi poin penting untuk berdiet menurut Al Quran. Beberapa literasi kesehatan mengatakan makan yang baik adalah sebelum merasa lapar dan berhenti sebelum kenyang. Dengan begitu, pola makan dapat terjaga dan tidak berlebih-lebihan.

Poin penting ini juga didasarkan pada firman Allah dalam surat Al A’raf:31 yang berbunyi,

“Hai, anak Adam. Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Maka dari itu, sebagai seorang muslim pastilah mengikuti Al Quran sebagai tuntunan keseharian hidupnya. Pun dalam hal diet, bagaimana seorang muslim berdiet sudah difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sejak dahulu sebagaimana dalam dua ayat Al Quran di atas.

Karena, dengan begitu seorang muslim dapat memiliki tubuh yang kuat untuk bertahan di segala kondisi termasuk saat beribadah, sebuah momen sakral untuk memperkuat ikatan antara manusia dengan Allah ta’ala. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here