Mukisi.com-Islam memberi perhatian khusus untuk kebersihan. Karenanya, kebersihan selalu ditempatkan menjadi tema tersendiri dalam kajian fiqh. Tahukah Anda, jika cara bersuci dilakukan sesuai syariah, menjaga kita akan tetap sehat.

Bersuci tak hanya ritual belaka. Ketika seorang hamba hendak menghadap kepada Allah untuk menunaikan shalat, ia haruslah terlebih dulu menyucikan diri dengan berwudhu. Tidak sahnya wudhu seseorang dapat menyebabkan shalat yang ia kerjakan menjadi tidak sah. Selain itu, wudhu yang dilakukan sesuai syariah mendatangkan banyak manfaat.

Bagaimana Bersuci yang Sesuai Syariah?

Bersuci sesuai syariah adalah bersuci yang dilakukan dengan jujur. Dikutip dari nu.or.id, Wakadaker Madinah Bidang Kesehatan Mawardi Edi mengatakan yang dimaksud dengan bersuci jujur adalah mengikuti aturan-aturan yang diajarkan oleh syariah secara benar, bukan sekedar berpura-pura saja.

Misalkan ketika kita berkumur-kumur, maka berkumurlah dengan benar. Juga ketika membersihkan hidung, maka air harus dihirup dan kemudian disemburkan keluar. Pun ketika membasuh tangan, harus benar-benar memakai air yang mengaliri kulit.

Edi menambahkan, kebiasaan bersuci yang tidak jujur dan tidak disiplin membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit, terutama penyakit-penyakit yang mudah menular. Karenanya pemahaman tentang cara bersuci sesuai tuntunan sangat diperlukan.

RS Syariah Membantu Pasien Bersuci dengan Benar

Meski demikian, seringkali tidak mudah bagi orang yang sakit untuk dapat melaksanakan wudhu sesuai dengan tuntunan yang benar. Berbagai keterbatasan, membuat pasien itu tidak mudah melakukannya.

Pasien terkadang bingung akan bersuci yang benar ketika dalam keadaan sakit. Misalnya dalam keadaan infus terpasang, tak bisa berjalan, atau terdapat luka di beberapa bagian tubuh. Namun kebingungan tersebut tidak akan terjadi di rumah sakit (RS) syariah.

RS syariah hadir untuk mewujudkan upaya kesehatan Islam, agar pasien sembuh dari sakitnya namun tetap dapat menjalani ibadah dengan baik selama proses penyembuhan. RS yang sudah bersertifikasi syariah harus menyediakan tenaga medis yang siap sedia mengingatkan waktu shalat, membimbing bersuci dengan benar, bimbingan shalat, hingga bimbingan do’a. Hal ini masuk dalam Indikator Mutu Wajib Syariah yang ada di dalam Booklet RS Syariah 2017.

Manfaat Bersuci Sesuai Syariah bagi Kesehatan

Penelitian ilmu modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yang berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba.

Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yang rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu dan melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke hidung dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri.

Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yang lain. Orang yang melakukan wudhu dengan benar, maka dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.

Di sisi lain, wudhu secara syariah juga menjangkau titik-titik syaraf penting dalam tubuh. Hal ini dibuktikan oleh Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog asal Austria. Republika.co.id menuliskan bahwa psikiater muallaf tersebut menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here