Syariat Islam kian masuk mendalami keseharian. Tak pelak semakin banyak geliat instansi-instansi bersertifikasi syariah menunjukkan ghirahnya. Salah satunya Rumah Sakit Syariah. Dimana di dalamnya sangat memperhatikan kehalalan makanan dan obat untuk para pasien.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya memilih makanan yang halal dan baik. Mengikuti anjuran tersebut sama saja dengan menjemput kebaikan dan ridho Allah subhanahu wa ta’ala. Karena, anjuran ini terdapat pada Al Quran surat Al Maidah:88 yang berbunyi,

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.”

Oleh karenanya, seorang muslim yang senantiasa menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidupnya tentu akan mempertimbangkan segala hal baik yang telah diatur oleh Al Quran termasuk makanan.

Atas dasar itu pula, Sertifikasi Rumah Sakit Syariah memasukkan poin pengelolaan makanan dan obat sebagai salah satunya. Kehalalan yang dimaksud bukan hanya dari bahan makanan atau obatnya saja tapi juga dari sumbernya.

Adapun menurut Sekretaris LPPOM MUI Jawa Tengah, Ahmad Izzudin mengatakan bahwa salah satu implementasi dari konsep layanan Rumah Sakit Syariah adalah terpenuhinya asupan makanan dan obat-obatan yang halal dan baik bagi pasien. Karena, dengan begitu dapat membantu proses penyembuhan pasien.

Sementara itu, dr. Masyhudi selaku Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) mengacu pada Booklet RS Syariah 2017 menerangkan bahwa untuk menjadi Rumah Sakit bersertifikasi syariah harus memenuhi standar penting dalam pelayanan pasien terutamanya dalam makanan dan obat.

Kemudian, standar penting tersebut mengacu pada bab Hifzh Ad Diin kelompok standar pelayanan syariah. Dalam Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) dan Standar Syariah Pelayanan Obat (SSPO) dijelaskan bahwa Rumah Sakit menjamin kehalalan makanan yang diberikan pada pasien dan Rumah Sakit menggunakan formularium obat yang tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Oleh karena hal tersebut, Rumah Sakit harus benar-benar menjamin perihal obat dan makanan serta asupan lain yang diberikan untuk pasien. Selain dari sisi nutrisi yang dibutuhkan juga dari sisi agama menekankan pada kehalalan nutrisi yang masuk ke tubuh seseorang.

Makanan dan obat yang halal sudah menjadi hak tiap muslim untuk mengonsumsinya. Karenanya, Rumah Sakit harus benar-benar paham akan kebutuhan pasien soal makanan dan obat ini. Karena, dengan begitu seperti yang diungkapkan oleh Ahmad, makanan dan obat yang halal akan membantu proses penyembuhan pasien.

Adapun selain itu, mengikuti perintah Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al Quran jauh lebih baik. Dengan memakan makanan yang halal berdasarkan tuntunan dari Al Quran tentu akan mendatangkan rahmat dan ridho Allah dalam tubuh serta akan mengarahkan seseorang untuk selalu berbuat yang baik-baik. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here