Rumah Sakit Syariah Raih Best Paper dalam acara 1st International Halal Management Conference (IHMC) di Korea Selatan

Bukan pengalaman biasa. Bukan pula kesempatan dan acara biasa yang baru saja dilaluinya. Dr Siti Aisyah Ismail yang baru saja mendapatkan gelar Magister Administrasi Rumah Sakit dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI merupakan pengurus yang tergabung di Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Dr Siti Aisyah Ismail atau sering disapa Dr Aisyah ini berhasil meraih penghargaan Best Paper pada 1st International Halal Management Conference (IHMC) yang diadakan di Korea Selatan. Pencapaian best paper ini sekaligus menjadi kado terbaik di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72.

Konferensi yang diikutinya adalah konferensi pertama bertema konsep manajemen halal yang diselenggarakan oleh Faculty of Economics and Muamalat (FEM) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Faculty of Food Science and Technology Sejong University, Korea Selatan. Konferensi ini diselenggarakan selama dua hari sejak 17-18 Agustus 2017 di Sejong University dan diikuti peserta dari mancanegara sebanyak lebih dari 80 orang dengan menghadirkan 64 presentasi ilmiah. Peserta berasal dari 7 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, United Kingdom, Turki dan Iran.

Tema besar yang diangkat dalam konferensi ini adalah “Halal Industry: Prospects and Challenges”. Tema ini diangkat menyusul peluang besar pasar halal global yang bernilai sekitar US$2,77 triliun dengan pertumbuhan konsumen yang cepat. Di sektor makanan halal dunia sendiri, diperkirakan memiliki market share mendekati 17 persen global yaitu sebesar US$650 milyar. Pertumbuhan yang tinggi yang dibuktikan dengan data statistik di atas, adalah peluang besar pengembangan industri halal di sektor makanan, pariwisata, kosmetik, keuangan, obat-obatan, kemasan, dan pakaian yang dapat dioptimalkan perusahaan-perusahaan internasional.

Pada konferensi ini sejumlah makalah terpilih dipresentasikan sesuai kategori topik dan subtema yang telah ditetapkan panitia penyelenggara. Terdapat lima kategori utama dalam konferensi ini, yaitu meliputi bidang Halal Tourism, Quality Assurance and Shariah Audit, Halal Marketing, Halal Financing, Ethics on Halal, Halal Logistics, Halal Governance, Halal Food Technology and Management dan Halal Development. Dari lima kategori di atas, makalah Dr Aisyah masuk dalam kategori Halal Marketing. Makalah yang merupakan tesis S2 beliau dengan judul “The impact of Implementation of Shariah Hospital Certification on Hospital Performance in Sultan Agung Islamic Hospital”, berhasil meyakinkan dewan juri melalui presentasinya. Dengan mengambil studi kasus dampak implementasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, beliau berhasil meraih penghargaan Best Paper. Makalah beliau akan dipublikasikan di Journal of Global Business Advancement.

Dr Aisyah menjelaskan singkat bahwa hasil penelitiannya menunjukkan adanya dampak yang positif terhadap kinerja rumah sakit setelah implementasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah di rumah sakit tersebut. Sertifikasi rumah sakit syariah yang diusung oleh DSN -MUI dan bekerjasana dengan MUKISI menjadi nilai tambah terhadap standar akreditasi rumah sakit yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), karena semua rumah sakit yang akan mengikuti Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, wajib lulus akreditasi KARS. Aspek-aspek yang berpengaruh terlihat dalam konteks efisiensi, perhatian terhadap karyawan dan fokus terhadap pasien. Kinerja rumah sakit menjadi meningkat dengan adanya penanaman nilai-nilai syariah bagi segenap jajaran rumah sakit, melalui proses pembinaan yang panjang dan evaluasi yang berterusan.

Makalah beliau mengangkat konsep Shariah Compliant Hospital sebagai salah satu elemen mainstream dalam Halal Industry. Shariah Compliant Hospital menawarkan eco system halal yang komprehensif antara lain terdiri dari manajemen keuangan, manajemen organisasi, manajemen SDM, halal kitchen, halal laundry, jaminan halal obat-obatan dan alat kesehatan, service excellence, facility management yang menunjang ibadah dan memelihara aurat, pelayanan bimbingan kerohanian, dan lain-lain.

1st IHMC ini menyisakan banyak pengalaman berharga. Networking yang dibangun dengan berbagai organisasi dan lembaga riset yang berkomitmen pada aspek halal serta pelaku-pelaku Halal Industry dari berbagai bidang (ekonomi, keuangan, food technology, bidang syariah Islam, marketing, services, tourism, dan lain-lain) akan memperkokoh industri yang mempunyai potensi yang sangat besar ini. Banyak kolaborasi dan sinergi yang dapat dibangun untuk memperkokoh industri halal di persaingan global. Indonesia saat ini menjadi sorotan semua pihak untuk potensi sumber daya dan potensi pasarnya. Industri pelayanan kesehatan Islami dan halal health tourism perlu diberikan perhatian yang lebih serius dan dukungan yang lebih luas untuk dibesarkan. Besar harapannya, semoga dengan predikat best paper ini, dapat menjadi langkah awal pembumian “Halal Concept” di bumi Nusantara; Indonesia tercinta, dengan semangat sinergi-kolaborasi oleh semua pihak. Semoga ke depannya peran semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta dan stakeholders lain, serta masyarakat bisa semakin kompak dan kokoh dalam mengembangkan konsep rumah sakit syariah di Indonesia. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here