Fenomena pelayanan yang berbasis Syariah sedang menjadi tren belakangan. Seperti contoh bank dengan basis Syariah bermunculan  di masyarakat. Bagi umat Islam, konsep Syariah menjamin kenyamanan bertransaksi dalam bingkai Islam. Pun demikian halnya dengan institusi rumah sakit yang saat ini sudah mulai dirintis RS berbasis Syariah. Nah, bagaimana konsep Syariah dilihat dari proses transksi keuangan ?

Dr. dr. H. Sagiran, Sp.B (K) KL., M.Kes  menjelaskan, bahwa  transaksi di rumah sakit syariah memperhatikan prinsip-prinsip syariah. “Proses transaksi mulai dari penerimaan, pencatatan, penyimpanan sampai penggunaan diantaranya jelas transaksinya, halal transaksinya, jujur jumlahnya, non ribawi dan prinsip syariah lainnya,” paparnya.

Tak hanya mengawal berbagai transaksi yang terjadi di rumah sakit mulai awal hingga akhir, rumah sakit syariah juga sangat memperhatikan muamalah, dalam bermuamalah, RS Syariah memiliki prinsip untuk mengedepankan kemaslahatan. “Prinsip muamalah dalam rumah sakit syariah adalah mengutamakan kepentingan kemaslahatan umum dengan menjaga hak-hak mereka agar tidak terzhalimi, serta tetap tidak menafikan kepentingan pribadi dalam mengejar keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjaga keadilan bagi masyarakat banyak. Tak terkecuali masyarakat muslim maupun non muslim,” papar pria kelahiran Bantul, Yogyakarta ini.

Konsep Transaksi Islami Ala Rumah Sakit Syariah

Pria yang merupakan direktur utama RS Nur Hidayah Bantul ini juga menjelaskan beberapa konsep transaksi yang harus ada dan diperhatikan oleh Rumah Sakit Syariah. Ada tiga konsep transaksi Islami dalam Rumah Sakit Syari’ah. Pertama, rumah sakit syariah tidak boleh memperjual belikan barang yang di haramkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kedua, harus bebas dari transaksi yang dilarang oleh Allah, dan yang ketiga adalah, akad yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan syariah Islam.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa dalam muamalah yang terjadi di rumah sakit pada umumnya kerapkali masih terjangkit virus riba. Namun, ia memastikan bahwa rumah sakit yang berbasis syariah, akan terbebas dari muamalah yang beraroma riba. “Ada peluang riba dalam hal penyimpanan dana rumah sakit. Saat ini rumah sakit masih bekerjasama dengan bank konvensional dalam penyimpanan dana, sehingga ada bunga bank yang diterima,” papar alumnus Program Doktor Konsorsium PTM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Ia kemudian juga menambahkan, untuk mencegah transaksi atau muamalah yang berbau riba, Rumah Sakit Syariah akan melakukan beberapa antisipasi. “Antisipasi yang dilakukan adalah bank konvensional hanya digunakan untuk kemudahan transaksi atau yang terkait dengan kerjasama pihak ketiga. Dan bunga bank tidak akan digunakan untuk kegiatan operasional rumah sakit,” tutup Ketua Ketua Pusat Studi Kedokteran Islam (PSKI) ini. (Muf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here