Jika dilihat dari angle administrasi  biaya rumah sakit, RS Syariah ternyata tidak jauh berbeda dengan rumah sakit pada umumnya terkait biaya. Namun, meski pembiyayaan yang relatif sama, ada salah satu hal yang membedakan RS syariah dengan RS pada umumnya. RS syariah membebaskan biaya administrasi bagi pasien yang tidak mampu.

“Tidak ada perbedaan dalam hal biaya administrasi, yang membedakan adalah pelayanan yang diberikan,” ujar sagiran. Ia menjelaskan bahwa dari segi biaya, RS syariah tidak jauh berbeda dengan rumah sakit pada umumnya.  Namun, rumah sakit syariah sangatlah memberi perhatian khusus bagi pasien yang bermasalah dalam hal administrasi, atau bagi pasien yang benar-benar berstatus tidak mampu.

“Rumah sakit memberikan bantuan biaya pelayanan kepada pasien yang kurang atau tidak mampu membayar berupa keringanan atas biaya pelayanan baik rawat jalan, rawat inap maupun pelayanan lainnya,” terang pria kelahiran Bantul, Yogyakarta ini.

Ada beberapa keringanan biaya pelayanan yang diberikan RS Syariah. Yang pertama, RS syariah menawarkan pembayaran dengan system angsuran. System angsuran ini akan meringankan pasien yang terkendala pembiayaan, pasien di izinkan untuk mengangsur biaya administrasi yang ada.

Kedua, pemberian potongan biaya pelayanan. Bak diskon di pusat perbelanjaan, RS syariah juga memberi potongan biaya pelayanan bagi pasien yang tidak mampu.

Ketiga,  Penjaminan biaya pelayanan oleh lembaga ZIS rekanan, CSR perusahaan atau sumber lain yang tidak mengikat. Dan keempat, pembebasan biaya pelayanan. “Pada kasus tertentu keringanan biaya bisa diberikan oleh dokter atau profesional lainnya yang memberikan pelayanan dengan memberikan pernyataan tertulis dan tanda tangan yang bersangkutan,” terangnya lagi.

 

Pria yang mengepalai divisi sertifikasi di Mukisi ini mengatakan bahwa untuk memberikan beberapa keringanan diatas, pasien cukup menyerahkan bukti SKTM atau sejenisnya kepada pihak rumah sakit. Selanjutnya, pihak rumah sakit akan melakukan survey terhadap pasien yang bersangkutan, dan memverifikasi pasien tersebut benar tergolong pasien yang tidak mampu atau tidak. (muf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here