Keinginan masyarakat untuk hidup secara syar’i semakin membesar belakangan ini. Halal lifestyle sudah menjadi sebuah keharusan, hal ini tercermin dari banyaknya masyarakat yang memilih untuk menabung dan bertransaksi di bank syariah. Pun tak tertinggal, Majelis Ulama Indonesia atau yang biasa disebut MUI sangat ketat dalam mensertifikasi rumah sakit di Indonesia, salah satunya dalam standar penjaminan kehalalan.

 

Pengadaan Sumber Air Sesuai dengan Kaidah Syariah

Rumah sakit  harus melakukan pengadaan dan pengelolaan sumber air sesuai kaidah syariah. Uji coba kualitas air bersih dan minum. Serta RS syariah menekankan prosedur penanganan kelangkaan air. Air untuk berwudhu juga harus sesuai dengan kriteria.

 

Standar Syariah Pelayanan Obat (SSPO)

Standar ini berisi tentang penerapan konsep obat esensial di rumah sakit yang berisi daftar obat, sediaan-sediaan obat yang terpilih dan terapi yang digunakan di rumah sakit tidak mengandung unsur bahan yang diharamkan. Dalam kondisi tidak ada pilihan lain, unsur bahan yang diharamkan dapat digunakan karena termasuk kondisi darurat dan pemberian ke pasien menggunakan informed concent.

 

Kehalalan dan Kesucian Proses Laundry

Keberadaan laundry dalam rumah sakit syariah sangatlah vital karena menyangkut sistem jaminan halal. Agar pasien terjamin kehalalannya dalam memakai linen, unit laundry rumah sakit syariah harus di audit Sistem Jaminan Halal (SJH) oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Seperti pemakaian bahan chemical laundry haruslah bahan yang tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI.

Kehalalan sudah menjadi keharusan dalam menerapkan hidup syariah untuk mendapatkan keberkahan. Rumah sakit syariah sadar betul akan kebutuhan berjuang memenuhi standar kehalalan. Oleh sebab itu, rumah sakit yang tersertifikasi syariah sudah terjamin kehalalannya, karena melalui audit panjang oleh lembaga berotoritas. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here