MUKISI lahir dengan tujuan mulia yang diemban untuk segenap umat Islam di Indonesia. Berawal dari kesadaran para penyelenggara kesehatan Islam untuk membentuk forum yang mengayomi segenap upaya kesehatan Islam di Indonesia dan Rumah Sakit Islam.

Kemudian, untuk mewujudkan tujuan tersebut yang salah satunya adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan upaya kesehatan yang professional dan Islam, MUKISI memulai kajian penting dan pembahasaan tentang konsep Rumah Sakit Islam yang menjadi cikal bakal konsep Rumah Sakit Syariah.

Dewasa ini, perkembangan Rumah Sakit Islam dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ini menjadi indikator penting bahwa ghirah umat dalam mencari pengobatan di rumah sakit yang Islami semakin kuat. Maka dari itu gagasan untuk Rumah Sakit Syariah dimulai dengan membawanya pada forum-forum MUKISI hingga dilakukan uji coba sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang yang mewakili Rumah Sakit kelas B, dan Rumah Sakit Nur Hidayah, Bantul, Yogyakarta yang mewakili Rumah Sakit kelas D. Hingga pada akhirnya disetujui dan dilakukan finalisasi Fatwa MUI bersama DSN MUI di Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2016.

Kemudian, Rumah Sakit Syariah ini menurut dr. H. Masyhudi AM, M.Kes. adalah rumah sakit yang aktivitasnya berdasarkan Maqashid al Syariah al Islamiyah. Hal ini sesuai dengan konsep maqashid syariah menurut Imam Syatibi yaitu memelihara agama (khifdz ad-diin), memelihara jiwa (khifdz an-nafs), memelihara keturunan (khifdz an-nasl), memelihara akal (khifdz al-aql), dan memelihara harta (khifdz al-mal).

Lalu, dalam penilaian Rumah Sakit Syariah ini ada dua komponen kelompok standar. Yaitu, yang mengatur tentang kelompok standar manajemen dan kelompok standar pelayanan.

Kemudian, dalam kelompok standar manajemen penilaian Rumah Sakit Syariah meliputi :

 

Standar Syariah Manajemen Organisasi berisi tentang tanggung jawab dan akuntabilitas pemilik rumah sakit dalam pengelolaan rumah sakit seperti ijin operasional, struktur organisasi yang memuat Dewan Pengawas Syariah dan lain-lain.

Standar Syariah Modal Insani berisi tentang tata kelola sumber daya manusia.

Standar Syariah Manajemen Pemasaran berisi tentang tata kelola pemasaran rumah sakit.

Standar Syariah Manajemen Akuntansi dan Keuangan berisi tentang tata kelola keuangan dan akuntansi rumah sakit berbasis syariah.

Standar Syariah Manajemen Fasilitas berisi tentang penyediaan fasilitas rumah sakit menerapkan standarisasi fasilitas sesuai kaidah syariah.

Standar Syariah Manajemen Mutu berisi tentang kebijakan dan pedoman mutu tentang pemeliharaan akidah, akhlaq dan muamalah melalui aktivitas keagamaan.

 

Sedangkan dalam kelompok standar pelayanan penilaian Rumah Sakit Syariah meliputi :

 

Standar Syariah Akses Pelayanan dan Kontinuitas meliputi proses penerimaan, bimbingan, dan pemulangan pasien.

Standar Syariah Asesmen Pasien meliputi asesmen awal secara komprehensif terhadap kondisi medis-spiritual pasien.

Standar Syariah Pelayanan Pasien meliputi pelayanan psikospiritual untuk berbagai variasi kebutuhan pelayanan kesehatan.

Standar Syariah Pelayanan Obat meliputi penerapan konsep obat esensial di rumah sakit yang berisi daftar obat, stok obat yang terpilih dan terapi yang digunakan tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Standar Syariah Pelayanan dan Bimbingan Kerohanian meliputi pelayanan pendampingan kerohanian bagi seluruh pasien beragama Islam dan pasien yang memiliki permintaan khusus.

Standar Syariah Pendidikan Pasien dan Keluarga meliputi kewajiban rumah sakit untuk melakukan pendidikan kepada pasien rawat inap mengenai pelayanan spiritual yang diterima selama perawatan.

Standar Syariah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi meliputi kewajiban rumah sakit memiliki program pencegahan dan pengendalian infeksi.

 

Kemudian, ia menegaskan lebih lanjut bahwa dengan adanya Rumah Sakit bersistem Syariah ini diharapkan dapat memberi peluang dan harapan bagi penyelenggara kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien dalam perspektif fisik, psikis, spiritual serta dakwah dalam kerangka pengembangan peradaban Islam. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here