Serupa tapi tak sama. Barangkali itu peribahasa yang tepat untuk membandingkan rumah sakit umum dan rumah sakit syariah. Suatu ide yang merupakan hasil pemikiran dari kalangan para pemerhati kesehatan. Ghirah umat Islam yang mencari pengobatan Islam menjadi dasar lahirnya Rumah Sakit Syariah seperti sekarang ini.

Rumah Sakit Syariah adalah rumah sakit yang telah tersertifikasi oleh DSN (Dewan Syariah Nasional). Di dalamnya terdapat banyak penilaian agar sertifikasi ini bisa didapat. Seperti kata dr. Masyhudi, MA, M.Kes selaku ketua MUKISI bahwa ada dua standar utama penilaian rumah sakit syariah yang pertama, standar pengelolaan rumah sakit dan yang kedua, standar pelayanan pasien rumah sakit.

Kemudian, dengan adanya sertifikasi rumah sakit syariah ini tentu adalah suatu kabar bahagia bagi seluruh umat Islam. Tak terkecuali MUI, yang secara langsung berhubungan dengan DSN. Suatu instansi yang melakukan dan mengeluarkan sertifikasi rumah sakit syariah. “Standar Rumah Sakit Syariah yang kita kembangkan ini yang pertama di Indonesia, bahkan pertama di dunia, ini luar biasa.” ucap KH. Ma’ruf Amin selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karenanya, ini tentu saja menjadi bukti bahwa MUI sangat mendukung adanya rumah sakit syariah dikembangkan di Indonesia.

Rumah Sakit Syariah ini menjadi yang pertama ada di dunia. Sertifikasi ini sepenuhnya menjadi kewenangan DSN-MUI. “Ini menjadi salah satu pembuktian riil dari slogan MUI ‘Memasyarakatkan Ekonomi Syariah, Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat’” ungkap Ustadz Buchori selaku anggota Dewan Syariah Nasional.

Di sisi lain, dengan slogan tersebut juga telah  terwujud bank yang distandarisasi secara syariah. Slogan tersebut menjadi kekuatan MUI untuk mensyariahkan ekonomi masyarakat Indonesia yang bebas riba’. Dalam suatu bank agar mendapat sertifikasi syariah ini juga melewati beberapa proses yang ketat dan mengharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah sebagai bentuk pengawasan dalam suatu instansi yang berlabel syariah. Karena, tugas mereka adalah memberi fatwa terhadap produk-produk bank. Dengan begitu, kesyariah-an suatu bank terjaga.

Kemudian, tak berbeda jauh dengan rumah sakit syariah. Di dalam pelaksanaannya, sebuah rumah sakit yang ingin mendapat label syariah harus menunjuk dewan-dewan pengawas syariah dalam struktur organisasinya. Agar para dewan tersebut dapat memberi fatwa khusus dan mengawasi rumah sakit tersebut berjalan sesuai dengan hukum syariah yang telah ditetapkan DSN-MUI.

Maka dari itu, wujud sertifikasi rumah sakit syariah ini adalah pencapaian baik dari slogan MUI tersebut seperti kata Ustadz Buchori selaku Dewan Syariah Nasional. Selama ini fokus MUI menjadi penggerak sektor ekonomi syariah. “Sertifikasi ini menjadi bentuk riil bahwa MUI menjadi penggerak sektor ekonomi syariah” ungkapnya.

Dengan adanya sertifikasi ini semua elemen akan bergerak bersama memajukan ekonomi syariah di Indonesia demi mewujudkan slogan mensyariahkan ekonomi masyarakat. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here