Mukisi.com-Demi tata kelola data kesehatan yang lebih baik, dan menuju pembangunan kesehatan berkelanjutan, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital. Di mana kedua bentuk inovasi tersebut diinisiasi untuk mengintegrasikan data informasi yang akurat.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, drh. Didik Budijanto mengatakan aplikasi Satu Data Kesehatan ini mampu menciptakan sebuah harta karun di mana penggunaannya dapat mencakup pada data penyakit, data fasilitas kesehatan, data SDM Kesehatan, hingga data anggaran.

“Satu Data Kesehatan merupakan upaya mengelola data dan informasi kesehatan menjadi harta karun untuk kebijakan ke depan. Prinsip dasar Satu Data Kesehatan kita harus punya satu portal data, meta data yang baku,” katanya, Jumat (27/9) di Gedung Kemenkes, seperti dilansir dari laman resmi Kemenkes.

Diluncurkannya Aplikasi Satu Data ini, lanjut Didik, karena sudah cukup banyak sistem informasi bertebaran. Hal ini yang mengakibatkan kebijakan yang diambil kurang pas. “Dengan adanya Satu Data Kesehatan ini mudah-mudahan bisa memberikan data akurat mutakhir, bisa diakses siapapun, dan bisa menghasilkan kebijakan yang pas di sektor kesehatan,” ucap Didik.

Selain itu, terkait Tanda Tangan Digital, Didik mengatakan, Kemenkes akan menerapkannya untuk memudahkan proses birokrasi. “Tanda Tangan Digital ini tersertifikasi, legal, dan mempunyai nilai berdasarkan hukum yang sah menurut Undang-undang ITE,” ujarnya.

Melalui Tanda Tangan Digital ini, diharapkan bisa mengefisiensi waktu dan tenaga karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek sendiri mengapresiasi Pusat Data dan Informasi yang telah meluncurkan aplikasi Satu Data Kesehatan. Nila mengaku, aplikasi tersebut merupakan hal luar biasa karena mencakup berbagai data yang berhubungan dengan kesehatan.

“Kemenkes terdiri dari unit-unit kerja, dengan aplikasi ini, maka bisa bersatu dalam menyajikan data. Aplikasi ini juga bisa menjadi acuan yang tepat dalam menentukan kebijakan,” ucapnya.

Menkes Nila juga mengapresiasi adanya Tanda Tangan Digital, karena akan mempermudah, mengefisiensi pekerjaan, dan terjamin keamanan dalam penggunaannya.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinsa Siburian pun mengapresiasi adanya Aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital ini. Ia mengaku siap mendukung implementasinya di sektor kesehatan.

Dukungan juga dilontarkan dari Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas Yanuar Nugroho. “Satu data memastikan data pemerintah memiliki standar dan meta data yang baku. Hal ini penting karena membantu pengumpulan data yang tepat. Karena itu, kami dari KSP (Kantor Staf Presiden) mendorong diwujudkannya satu data,” ucap Yanuar. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here