Mukisi.com-Pada Rabu (2/10) lalu RS Sari Asih Ciputat menerima rombongan para mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk melaksanakan agenda rutin mereka, yakni Hospital Tour. Kegiatan ini dilakukan mereka untuk mengetahui implementasi dari nilai syariah dalam sebuah rumah sakit.

Dalam pidato dr. Ana Raudah Al Jannah yang merupakan Ketua Modul RS Syariah FK UIN Jakarta dan pendamping mahasiswa pada kegiatan tersebut, disebutkan bahwa kegiatan Hospital Tour merupakan sebuah program dari Modul Rumah Sakit Syariah yang ada di FK UIN Jakarta.

“Jadi modul ini dilakukan selama dua minggu bagi setiap mahasiswa semester sepuluh, yang telah menjalankan program profesi, dan bahkan tinggal beberapa hari lagi menunggu hari wisuda,” ujar dr. Anitya Irna R. D., M.Kes. Direktur Operasional Klinik Layanan Umrah dan Haji Terpadu (KLUHT) menyampaikan isi pidato dr. Ana pada Redaksi.

Kegiatan Hospital Tour yang diikti oleh 55 mahasiswa ini diawali dengan kegiatan pre-test yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal mahasiswa mengenai RS syariah. Setelah itu, kegiatan diisi oleh pemaparan materi, yang salah satunya diisi oleh dr. Anitya mengenai Profil RS Sari Asih Ciputat sebagai RS Syariah beserta Dr. dr. Fitriyati Irviana, MM. selaku Kepala Humas RS Sari Asih Ciputat mengenai At a Glance RS Shariah.

Pemberian materi tersebut, dikatakan dr. Anitya diharapkan dapat menjadi gambaran awal para mahasiswa mengenai RS Syariah. “Ini sebagai bekal supaya nanti mereka bisa mencocokkan gambaran awal yang diberikan dengan saat melihat langsung implementasi ketika diajak berkeliling di RS,” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan berkeliling RS dilakukan dengan membagi jumlah para mahasiswa menjadi lima kelompok untuk bergantian berkeliling pada tiap sesi. Masing-masing kelompok pun dipandu oleh tim diklat bersama dengan HRD, manajer, humas, serta kepala perawat. 

Rombongan kelompok pun berkeliling di setiap sudut RS RSSA Ciputat, baik ruang perawatan dan juga ruang pelayanan.

“Kita keliling ke semua, bahkan ke kamar operasi. Melihat ruang rawat inap, misal bagaimana alat salat, menggunakan tayamum pad, juga implementasi syariah di pelayanan manajemen, seperti saat merekrut karyawan, persyaratan syariahnya apa saja, pada bagian kasir, bagaimana kuitansi dicetak sesuai hasil yang telah diverifikasi,” papar dr. Anitya.

Tidak hanya itu, para mahasiswa juga diajak melihat bagian penunjang RS, seperti laboratorium, radiologi, farmasi, dan bagian gizi. “Mereka melihat obat-obat halal, dan melihat cek halal pass untuk makanan mentah di RSSA Ciputat,” imbuh dr. Anitya.

Para mahasiswa ini nampak sangat antusias menaruh perhatian mengenai RS syariah. Dan hal ini dibuktikan dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa pada sesi tanya jawab. Mereka banyak menanyakan mengenai proses pascaoperasi di RS syariah, seperti bagaimana memandikan, dan bagaimana salatnya pasien setelah melakukan operasi.

“Mereka benar-benar sangat antusias memastikan bahwa segala perwatan pasien yang mengandung privasi dilayani sesuai gender dan dijaga khalwatnya,” tandasnya.

Terbuka Untuk Para Mahasiswa yang Ingin Belajar 

Dikatakan dr. Anitya, FK UIN Jakarta memang memiliki kerja sama dengan RS Sari Asih Grup untuk pada program Modul RS Syariah mereka, yakni dengan penyelenggaraan kegiatan Hospital Tour. “Sehingga pada saat implementasi modul RS syariahnya, mereka berkunjung ke RS kita,” imbuhnya.

Pada kerja sama ini, RS Sari Asih akan membuatkan program yang FK UIN Jakarta perlukan, dan RS Sari Asih Grup sendiri memang sangat terbuka untuk para mahasiswa yang ingin belajar.

Kegiatan kunjungan kali ini, dikatakan dr. Anitya sudah menjadi agenda yang keempat. Namun sebelumnya, Hospital Tour ini diselenggarakan di RSSA Ciledug. “Jadi, karena kerja samanya dengan RSSA Grup, maka tergantung RS mana yang siap untuk menerima hospital tour dari para mahasiswa,” ungkap dr. Anitya.

“Dan kebetulan kemarin, kamilah yang siap untuk menyambut para mahasiswa UIN untuk kegiatan hopital tour mereka,” imbuhnya.

Setelah selesai berkeliling, para mahasiswa calon dokter umum ini diajak kembali untuk mengerjakan post-test. Melihat hasilnya, kegiatan ini pun bisa dikatakan berhasil. Ini dibuktikan dari nilai pre-test dengan post-test yang memang terlihat menghasilkan nilai yang lebih baik. Sehingga ini berarti, para peserta sudah lebih tahu mengenai RS syariah dan bagaimana implementasinya. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here