Mukisi.com-Jika seorang Ayah bertugas menafkahi keluarga dan seorang Anak bertugas menaati orangtua, maka tugas seorang Ibu yang menjaga mereka. Selain menjaga keluarganya, peran Ibu yang lain dan tak kalah penting adalah untuk ketahanan dan kesehatan keluarga.

Dalam menjaga kesehatan para anggota keluarganya, ibu perlu belajar dan memahami asupan gizi harian yang dibutuhkan. Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek mengungkap bahwa selain mengupayakan kesehatan keluarganya, ibu juga perlu memberi pola asuh yang tepat pada anak.

Ibu-ibu sebagai penyuluh keluarga sehat, ibu harus memberi pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya juga makanan bergizi,” katanya seperti dalam wartaekonomi.co.id.

Kaitannya dengan makanan bergizi, Nila menjelaskan bahwa makanan tersebut tidak harus mahal. Misalnya untuk makanan dengan tinggi protein, tidak harus mahal. Indonesia yang notabene negara maritim memiliki berbagai macam produk laut berprotein tinggi dengan harga terjangkau.

Kita bisa memilih makanan yang murah dan mengandung protein seperti ikan. Ibu harus mengerti bagaimana menjaga kesehatan, diri sendiri, dan keluarga,” lanjutnya.

Di sisi Menkes memberikan para ibu betapa pentingnya peran untuk menjaga ketahanan dan kesehatan, ia juga mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat dilakukan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa produktif.

Yang harus dilakukan masyarakat adalah dari bayi sampai tua harus menjaga kesehatan. Itu dapat dilakukan melalui Germas, olahraga minimal 30 menit sehari, makan buah dan sayur, serta cek kesehatan berkala,” terang Nila.

Masyarakat kita kurang lebih 20 persen yang mengerti tentang kesehatan. Stunting masih ada, obesitas meningkat, PTM (Penyakit Tidak Menular) meningkat. Padahal, ini bisa dicegah kalau kita mau mengubah pola gaya hidup menjadi sehat,” imbuhnya.

Dengan program Germas yang dicanangkan Kemenkes RI ini, dapat membantu masyarakat Indonesia untuk membantu mengubah pola gaya hidup menjadi sehat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH, mengungkap bahwa Germas ini harus dibudayakan dalam masyarakat. Karena, dampak dari meningkatnya PTM secara tidak langsung dapat membebani pemerintah.

Selain dari pemerintah terbebani, masyarakat pun akan semakin tidak produktif, menurunnya daya saing negara yang mengalami perubahan pola penyakit dari menular menjadi penyakit tidak menular.

Untuk itu dibutuhkan Germas yang diharapkan mampu mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Germas menjadikan masyarakat untuk terbiasa hidup sehat agar mampu mengubah kebiasan yang tidak sehat,” jelasnya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here