Mukisi.com-Berdiri sejak abad ke 18, membuat RS Dustira di Kota Cimahi, Jawa Barat menyandang gelar sebagai salah satu RS yang tertua. RS ini memiliki sejarah yang begitu panjang di Indonesia dan menarik untuk dibahas.

Melansir dari detik, di awal berdirinya, RS ini bernama Militaire Hospital dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda. Barulah pada tahun 1950, manajemen RS ini dikelola oleh TNI. Dulunya, RS ini sering merawat pasien-pasien tentara Belanda yang terluka di medan perang. Selain fungsinya sebagai RS, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana komando penunjang atau Garnisun Belanda.

Di dalam RS ini memiliki monumen Letkol Singawinata yang berada di pintu barat RS Dustira sekarang. Meski manajemen berubah, namun bangsal pun masih dipertahankan bentuknya, dengan langit-langit dan pintu yang tinggi. Ada juga kolam teratai dan menara sumur di timur rumah sakit.

Machmud Mubarok, Ketua Tjimahi Heritage, mengatakan jika dulunya pintu masuk ke RS diapit oleh dua bangunan kembar. Bangunan itu kemudian direnovasi menjadi pintu masuk IGD. Diterangkan oleh Machmud, RS Dustira pertama kali dibangun pada tahun 1897, berbeda dari tulisan di pintu gerbang 1877.

Machmud atau Kang Mac tersebut melakukan riset terhadap dokumen dan surat-surat kabar Belanda. Dari risetnya itu, ia menemukan bahwa sebenarnya persiapan pembangunan RS ini dimulai pada thaun 1986.

Artinya kalau kemudian dibandingkan dengan 1887. Maka, kita punya kesimpulan bahwa ini sebetulnya dibangun di 1897,” katanya.

Ia berujar bahwa RS Dustira masih sangat mempertahankan bentuk aslinya dan sejarah-sejarahnya. Ini dapat dilihar dari bagian depan RS yang khas Belanda.

Sementara itu, Kepala RS Dustira, Kolonel CKM Agus Rido Utama mengungkapkan, pihak RS akan selalu mempertahankan unsur sejarah di RS yang dipimpinnya ini. Meskipun, ia juga mengakui ada beberapa renovasi yang memang butuh untuk dikembangkan.

Ada beberapa yang sudah kita ubah, kita renovasi, meski bangunannya masih dalam bentuk sejarah. Nuansa kesejarahannya ini kita pertahankan,” akunya.

RS yang Dulunya juga Pos Komando Militer

RS ini memiliki sejarah yang begitu panjang. Pasca kekalahan Belanda dari Inggris di Batavia tahun 1811. Puluhan tahun kemudian, RS ini juga turut difungsikan sebagai Pos Komando Militer. Ini dikarenakan lokasinya yang strategis, di simpang jalur kereta api dan Jalan Raya Pos, yang membuat lokasi ini lebih mudah jika ingin memobilisasi pasukan.

Dengan alasan tersebut, akhirnya Belanda memilih membangun RS dan het Militaire Huis van Arrest (rumah tahanan militer yang kini jadi Penjara Poncol) di Kota Cimahi.

Barulah pada tahun 1949, ketika pengakuan kemerdekaan diperoleh dari Belanda, RS ini diserahterimakan kepada TNI yang diwakili oleh Letkol Singawinata.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here