Mukisi.com-Menyusul RSI Sultan Agung Semarang, RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan turut melakukan inovasi. Upaya ini salah satunya diwujudkan dengan dibentuknya Klinik Layanan Umrah dan Haji Terpadu (KLUHT) yang telah diresmikan pada Sabtu (21/9) lalu.

Dijelaskan dr. Anitya Irna R. D., M.Kes. Direktur Operasional KLUHT, klinik ini menyediakan pelayanan bagi orang-orang sehat yang akan melakukan umrah ataupun haji untuk memaksimalkan masa tunggu keberangkatan untuk persiapan fisik sehingga peribadatan para tamu Allah di Tanah Suci ini dapat dilakukan dengan maksimal.

“Terutama untuk haji sendiri memiliki masa tunggu yang lama, yakni 5-10 tahun. Jadi kita mengawal persiapan fisik para calon jemaah umrah maupun haji ini. Karena dalam kedua ibadah ini tentunya seperti yang kita ketahui banyak melibatkan fisik. Sehingga diharapkan fisik mereka lebih kuat. Seperti jika sebelumnya ada jemaah yang tidak kuat berjalan, maka bersama kami akan berlatih berjalan,” papar dr. Anitya.

Untuk bentuk pelayanan sendiri, disampaikan dr. Anitya, dimulai dari vaksinasi hingga serangkaian medical check up. Dari penilaian awal kesehatan jemaah tersebut, nantinya dokter akan memutuskan jadwal latihan jemaah mana yang memang perlu latihan secara intensif maupun tidak. 

Serta, jika nantinya terdapat jemaah yang memiliki penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lain, maka bentuk pengawalannya bisa lebih intensif dalam pelatihan yang minimal pelatihan dilakukan sebulan sekali.

“Jadi, tidak sampai dilakukan seminggu sekali. Dan latihan ini dilakukan hingga kondisi jemaah stabil dan bisa menguasai dirinya, terutama menguatkan fisiknya,” kata dr. Anitya.

Tentunya, pelayanan yang disebut dr. Anitya dari umat untuk umat oleh RS Sari Asih Ciputat ini dibentuk guna mendukung gerak Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dalam menjalankan Permenkes No. 15 Tahun 2016 tentang Istitha‘ah Kesehatan Jemaah Haji sebagai syarat utama pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu.

Seperti dikatakan Sekjen Kemenkes dr Untung Suseno Sutarjo, M.Kes., yang menegaskan istitha‘ah kesehatan menjadi upaya perlindungan para jemaah agar sesampainya di Tanah Suci prosesi ibadah benar-benar ditunjang dengan kesehatan yang baik, bukan malah dirawat karena sakit.

“Jadi kita akan kawal supaya saat hari H, jemaah memiliki stamina yang layak, mendapat istitha‘ah, dan siap pergi,” tandas dr. Anitya.

Selain pelayanan untuk istitha‘ah kesehatan umrah dan haji, klinik ini juga memberikan pelayanan vaksinasi tidak hanya bagi calon jemaah umrah/haji, juga untuk perjalanan internasional, meliputi vaksin meningitis, influenza, hingga demam kuning (yellow fever). “Jadi mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri pun juga dapat kami layani,” imbuh dr. Anitya.

Pelayanan dalam klinik sendiri dilayani oleh tim yang terdiri atas dokter rehabilitasi medik, dokter penyakit dalam, serta lengkap dengan ustaz dan ustazah yang mendampingi pasien. Selain konsultasi kesehatan umrah/haji, juga bisa dilakukan konsultasi manajemen haid bagi perempuan.

Dalam memberikan pelayanan ini, RS Sari Asih Ciputat sendiri juga didukung dengan dokter yang telah tersertifikasi untuk dapat bertindak sebagai vaksinator. RS juga telah mendapat izin dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP). 

“Sehingga dengan adanya izin tersebut, RS Sari Asih Ciputat diizinkan untuk menerbitkan buku kuning, sebagai bukti seseorang telah melakukan mendapatkan vaksinasi meningitis.”

Mulai Banyak Melayani Pasien 

Meski baru diresmikan sekitar seminggu yang lalu oleh Direktur utama PT Sari Asih bersama Kepala Kantor Agama Tangsel, Kabid Yankes Dinkes Tangsel, serta Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Haji (Perdokhi), namun antusiasme pasien pada klinik ini sudah cukup baik. Tercatat sudah ada puluhan pasien yang melakukan vaksinasi dan medical check up di klinik ini. 

“Alhamdulillah sudah ada empat puluh pasien yang telah mendapatkan manfaat dari layanan klinik baru ini meski kita baru buka selama seminggu,” tutur dr. Anitya.

Dengan adanya klinik baru ini, RS Sari Asih Ciputat yang telah tersertifikasi syariah tidak hanya ingin melayani pasien yang sakit, tetapi juga membantu masyarakat Muslim. Di mana sertifikasi syariah juga memberikan layanan baik dan sesuai syariah Islam. 

“Sehingga masyarakat Muslim lebih afdhol dalam melakukan vaksinasi serta medical check up di rumah sakit yang sudah terjamin aman dan kehalalannya.”

Untuk pelayanan ini ke depannya, RS Sari Asih Ciputat juga ingin memperluas kerja sama dengan berbagai KBIH, kedutaan, maupun kantor pelayaran. Sehingga selain promosi melalui situs web, dan berbagai media sosial serta media konvensional melalui spanduk dan flyer, RS Sari Asih Ciputat juga gencar melakukan door to door mengirimkan surat ke berbagai pihak.

Untuk bisa merasakan manfaat klinik ini, maka bisa dilakukan dengan mudah, dengan cara mengisi formulir informed consent melalui situs web resmi RS, www.sariasih.com dan melakukan pendaftaran pada hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Pasien yang ingin mendaftar bisa kelompok maupun individu perorangan dengan catatan sedang dalam kondisi prima ataupun tidak sedang hamil, dan persyaratan yang perlu dilengkapi yakni fotokopi KTP dan fotokopi paspor. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here