Mukisi.com-Setelah beberapa waktu lalu, Bupati Kalimantan Selatan sampaikan dukungannya terhadap RS Syariah, kali ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut angkat bicara. Dengan adanya RS Syariah akan makin menyempurnakan pelayanan RS yang ada di Indonesia.

Bambang Wibowo, selaku Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dalam republika, mengatakan bahwa dengan adanya sertifikasi RS Syariah, akan membuat pelayanan RS di Nusantara lebih baik.

Dengan sertifikasi syariah diharapkan bisa membantu menyempurnakan agar pelayanan RS lebih bagus,” katanya.

Sebelum menjalani sertifikasi syariah ini, RS sebelumnya harus telah menjalani akreditasi dan mendapat peringkat paripurna. Maka, dengan adanya sertifikasi RS Syariah ini, menurutnya, adalah upaya bagus untuk meningkatkan kualitas RS di Indonesia.

Ke depannya, ia juga mengharapkan, dari jumlah RS yang lebih dari 2.800 di Indonesia, sertifikasi syariah dapat diterapkan menyeluruh oleh mereka.

Di sisi lain, diungkap oleh dr. Masyhudi, AM, M.Kes, Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), adanya sertifikasi syariah RS tidak akan merugikan pihak manapun. Hal ini dikarenakan, meski suatu RS telah tersertifikasi syariah, bukan berarti RS tersebut hanya menerima pasien Muslim saja.

RS Syariah di Indonesia tidak eksklusif tapi inklusif untuk semua. Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Mukisi telah menargetkan sebanyak 100 RS yang akan tersertifikasi syariah. Pada tahun 2018, Mukisi telah menargetkan sebanyak 50 RS. Dengan hal tersebut, Mukisi menargetkan jumlah yang dua kali lipat lebih banyak RS Syariah dari tahun lalu.

Hingga hari ini sudah lebih dari 20 RS yang telah tersertifikasi syariah, dan dari jumlah target tersebut, sisa RS lainnya sedang dalam proses pendampingan maupun pra survei.

RS Syariah pun Tak Boleh Berhenti Berinovasi

Berbicara soal inovasi, menjadi RS yang tersertifikasi syariah tidak akan pernah menghalangi jalan suatu RS untuk berinovasi dan berkembang menjadi lebih baik. Ini dibuktikan dari upaya keras RSI Sultan Agung Semarang yang beberapa waktu lalu menjadi finalis di lomba inovasi RS yang diadakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Kami ingin berbagi pada RS lain bahwa sistem aplikasi di tempat kami yang sudah dapat berjalan, dapat membantu kinerja pelayanan dari RS. Jika, dimanfaatkan oleh banyak orang, tentu akan semakin bermanfaat dan bisa menginspirasi RS lain untuk membuat aplikasi yang sama, atau bahkan lebih baik dari kami,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSI Sultan Agung Semarang itu.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here