Mukisi.com-Sudah sekian lama, konsep syariah dalam RS dimulai. Satu per satu RS baik milik swasta maupun pemerintah berebutan mensertifikasi syariah rumah sakitnya. Tak pelak, konsep ini pun terdengar di negeri tetangga, dan membuat mereka ingin belajar tentang konsep syariah dalam rumah sakit.

Hal ini terungkap dari adanya studi banding ke RSI Sultan Agung (RSISA) Semarang beberapa waktu lalu. Salah satu perwakilan dari Al Islam Specialist Hospital, dr. Ishaq Daud mengakui, RSISA berhasil menyelaraskan layanan RS dengan nilai-nilai syariah Islam.

Ia juga turut mengapresiasi beragam fasilitas layanan berbasis syariah yang disediakan oleh RSISA ini. Salah satu layanan tersebut adalah tayammum pad. “Ini sesuatu yang spesial dan belum pernah ada di RS Islam yang ada di Malaysia,” akunya.

Selain itu, perwakilan dari Al Islam Specialist Hospital tersebut juga mengapresiasi kemajuan luar biasa yang dilakukan oleh RSISA, sebuah rumah sakit Islam. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi dirinya berkunjung ke RSISA. Dia pun juga berkeinginan untuk menyebarluaskan studi ini pada RS yang belum terstandardisasi secara syariah di Malaysia.

Menurut Dokter Ishaq, konsep syariah dalam RS ini terimplementasikan tak lepas dari upaya para pihak berkaitan dalam meraih predikat mumtaz (sempurna), dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).

Sangatlah tepat jika RSI Sultan Agung jadi proyek percontohan dari pengembangan konsep RS yang layanan kesehatannya berbasis syariah,” tuturnya.

Di sisi lain, terkait dengan studi banding tersebut, acara itu diikuti oleh empat manajemen pengelola RS di Malaysia. RS tersebut adalah Al Islam Specialist Hospital, Pusrawi Hospital, International Islamic University of Malaysia Medical Specialist dan Hospital Islam Az Zahrah.

Dijelaskan oleh dr. Masyhudi AM, M.Kes, selaku Direktur RSISA, bahwa konsep RS Syariah ini mengacu pada Maqashid Syariah dari salah satu Ulama Ahlussunah ternama, Imam Syatibi.

Konsep ini kompleks mengatur pada lima perkara. Lima perkara itu adalah Hifdz Ad Din (memelihara agama), Hifdz Al Nafs (memelihara jiwa), Hifdz Al Aql (memelihara akal), Hifdz Al Nasl (memelihara keturunan), dan Hifdz Al Maal (memelihara harta).

Artinya dalam setiap layanan kesehatan pada pasien, RSISA senantiasa mengedepankan serta memelihara prinsip dari lima hal utama itu,” terangnya.

Dengan terpeliharanya lima hal tersebut, meski sakit, hubungan pasien terhadap Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan terhenti. Pihak RS akan terus mendampingi pasien dalam menjalani nilai-nilai syariah. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here