Mukisi.com-Setelah sebelumnya RS Al-Islam Bandung yang merupakan salah satu rumah sakit milik Yayasan RSI Kerja Sama Wanita Islam (KSWI) Jawa Barat telah tersertifikasi syariah tanpa pendampingan pada 28 Januari 2019 lalu, maka kini giliran RS khusus ibu dan anak, RSIA Al-Islam yang giliran mengajukan sertifikasi syariah dan menjalani pendampingan sejak Jum‘at (6/9) lalu.

RSIA Al-Islam Bandung yang beralamat di Jl. Awi Bitung No.29-31, Cicadas, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat yang baru diresmikan pada 31 Juli 2018 ini, disampaikan dr. Patuh Ikranegara, MMRS. selaku Direktur RSIA Al-Islam Bandung, ingin tersertifikasi syariah karena sertifikasi syariah merupakan salah satu bagian yang tak terpisah dari sebuah RS Islam.

“Tersertifikasi syariah jadi parameter yang paling mudah dan visible untuk menerapkan pelayanan Islami di rumah sakit,” ungkapnya saat dihubungi redaksi.

Pendampingan ini dimulai sejak pengajuan yang dilakukan RSIA Al-Islam Bandung pada Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) 8 Juli 2019 lalu. Pihak RSIA Al-Islam Bandung dalam hal ini mempersiapkan dokumen serta implementasi kepada para staf dan karyawan di rumah sakit.

Dari proses pendampingan tersebut, dr. Patuh menyampaikan, pihaknya mengharapkan adanya feedback resmi dari Mukisi mengenai rekomendasi-rekomendasi hasil bimbingan sertifikasi, “Penting bagi kami agar ada feedback yang disampaikan pada owner untuk melangkah ke tahap pra-survei dan survei,” tutur dr. Patuh.

Kegiatan pendampingan sendiri ialah sebuah lokakarya internal yang membahas satu per satu dari 173 elemen penilaian RS syariah yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok standar syariah manajemen dan standar syariah pelayanan.

Dalam hal ini, pembimbing yang hadir ialah dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS. selaku Sekretaris Mukisi yang memberikan bimbingan kelompok standar syariah manajemen dan Dadang Rukanta, Sp.OT.,M.Kes. dari Divisi Kerja Sama Internasional Mukisi yang membimbing kelompok standar syariah pelayanan.

Disampaikan dr. Burhan, pada proses ini, Mukisi tidak hanya memberikan materi pendampingan saja, tetapi juga beberapa catatan dan masukan pada tiap kelompok dari pihak RSIA Al-Islam Bandung.

“Di samping mengecek kesiapan dokumen, regulasi, kita juga melihat kesiapan di lapangan yang telah diimplementasikan,” imbuh dr. Burhan.

Menurut dr. Burhan mengenai kesiapan dalam menjalani sertifikasi, RSIA Al-Islam Bandung relatif sudah siap, “Tinggal beberapa yang jadi catatan, jadi harusnya RSIA Al-Islam Bandung sudah siap,” ungkap dr. Burhan. “Setelah ini ada pra-survei. Maka pihak RSIA Al-Islam Bandung perlu segera membenahi catatan-catatan dari pendampingan kemarin,” imbuh dr. Burhan.

Untuk proses pra-survei, dr. Burhan mengungkapkan, seharusnya bisa segera dijalani oleh RSIA Al-Islam Bandung. “Akan bergantung pada RS-nya bisa siap kapan. Harusnya tidak lama, 1-2 bulan harusnya sudah bisa siap,” ujar dr. Burhan.

dr. Burhan juga melihat semangat serta antusiasme RSIA Al-Islam dalam proses sertifikasi. Ini terlihat dari inisiatif RSIA Al-Islam untuk mulai menyiapkan sendiri elemen penilaian RS syariah. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here