Mukisi.com-Kalangan perumahsakitan Indonesia akan terpapar informasi dan pengalaman dari para pelaku manajemen dan industri rumah sakit internasional. Diskusi, tukar pengalaman, dan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan RS akan dikupas dalam Hospital Management Asia (HMA) 2020 mendatang yang akan diselenggarakan di Bali pada 22-23 Juli.

Mengutip dalam persi.or.id, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Kuntjoro Adi Purjanto M.Kes menerima bendera HMA yang diserahkan Assoc. Prof. Luong Ngoc Khue, General Director of Administration of Medical Service, Kementerian kesehatan Vietnam pada Kamis (12/9) lalu di Hanoi, Vietnam.

HMA sendiri diselenggarakan tahunan, dan pada 2019 diselenggarakan di Hanoi, Vietnam. Dengan rekam jejak 18 tahun, HMA menjadi acara perumahsakitan terbesar di Asia Pasifik dan dihadiri 1.200 peserta setiap tahunnya. Mereka terdiri atas pemilik RS serta eksekutif, yaitu para direktur. Mereka bertemu untuk bertukar wawasan dan pengalaman manajemen kesehatan, mengupas tentang praktik terbaik, serta solusi yang ditempuh untuk mengatasi tantangan.

Selama konferensi dua hari di Hanoi, para peserta HMA banyak belajar mengenai pengembangan model bisnis, inovasi hingga pengurangan biaya. Selain itu, materi yang dikupas terdiri atas manajemen dan administrasi RS, adaptasi IT RS untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih besar, prioritas keselamatan pasien dan standar kualitas internasional, perawatan berbasis nilai versus perawatan berbasis volume serta fungsi pemasaran, hingga posisi serta merek RS.

Kalangan Perumahsakitan Indonesia Turut Bawakan Berbagai Topik di HMA 2019

Selain melibatkan kalangan perumahsakitan Indonesia, termasuk delegasi Perhimpunan RS Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai peserta, dalam Hospital Management Asia (HMA) 2019, kalangan perumahsakitan Indonesia juga hadir sebagai moderator dan juga pembicara.

Pada sesi Financial Management yang mengupas topik The impact of universal healthcare and best ways to implement and adapt in the Asia Pacific region, Indonesia membawakan topik Indonesia perspective: How the implementation of UHC affects the hospitals in the country yang dibawakan Prof. Laksono Trisnantoro, dari Pusat Kajian Kesehatan Masyrakat (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Sementara pada sesi Talent Management yang mengupas topik How to develop leaders from within the organisation to ensure succession, berbicara Dr. Roswin Rosnim Djaafar, Chief Operating Officer, RS Brawijaya. Sedangkan dalam topik Financial Management, berbicara Dr. A. Heri Iswanto, Wakil Dekan Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Pembangunan Nasional VETERAN Jakarta.

Dalam sesi Plenary 8: How cost cutting in health systems impacts hospital services without compromising the quality care, delegasi PERSI pun berbicara dengan diwakili oleh Dr. Daniel Wibowo, Direktur RS Kristen Panti Wilasa Semarang sekaligus pengurus Kompartemen Jaminan Kesehatan Nasional PERSI.

Berikutnya, dalam topik Quality, accreditation & safety, berbicara delegasi Indonesia dari RS UNAIR, Prof. Soetjipto. Selain itu, perwakilan RS UNAIR juga berbicara dalam sesi Talent Management, yaitu Prof. Dr. Nasronudin, Dr., SpPD., KPTI., FINASIM. yang juga merupakan Ketua Asosiasi RS Pendidikan Indonesia.

Sementara dalam topik Patient Experience, Dr. Wasista Budiwaluyo, kembali berbicara. Dalam sesi Featured Session, bertema kesehatan masyarakat, berbicara Prof. Ali Ghufron Mukti, MD, PhD, dari Kemenristek Dikti serta Dr. Kohar Hari Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dalam sesi Marketing, berbicara dr. Lia G .Partakusuma, Sekretaris Jenderal PERSI, sedangkan sesi Pengalaman Pasien berbicara Dr. Agus Suryanto, Direktur Utama Dr. Kariadi.

HMA 2020 Optimis Bawa RS Indonesia pada Kemajuan Teknologi

Kuntjoro optimistis terhadap kesuksesan penyelenggaraan HMA 2020 di Bali, Indonesia, pada 22-23 Juli mendatang. “Kami optimistis terhadap kerja sama ini dan menantikan banyak ide dan informasi untuk perkembangan rumah sakit (RS) di Indonesia dari penyelenggaraan HMA tahun depan,” ujar Kuntjoro pada penandatanganan nota kesepahaman untuk menyelenggarakan HMA 2020 dengan Clarion Events Asia, penyelenggara HMA.

“Melalui HMA, PERSI ingin memfasilitasi pertukaran informasi terkait kemajuan teknologi, pendekatan strategis dan pengalaman-pengalaman berkaitan dengan perumahsakitan dari regional dan global, untuk dapat kita adaptasikan ke situasi di Indonesia,” imbuh dr. Kuntjoro.

Berbagai pembelajaran yang bisa diraih pada HMA di Bali, dipaparkan Kuntjoro, di antaranya pengembangan edukasi berkaitan dengan keselamatan pasien, clinical governance, ethical governance, dan corporate governance. Selain itu, akan diperoleh pula percepatan informasi pembangunan dan pengembangan RS terutama dalam menyambut revolusi industri 4.0.

Rangkaian proses persiapan dan pelaksanaan HMA 2020 yang dilakukan PERSI, kata Kuntjoro, diharapkan akan menempatkan Indonesia di kancah regional dan global dalam bidang perumahsakitan.

“Juga membuka kesempatan pada RS-RS di Indonesia untuk dapat secara mudah mengikuti event internasional di dalam negeri,” ujar dr. Kuntjoro memungkasi. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here