Mukisi.com-Dalam pengembangan institusi pengujian serta industri alat kesehatan dan laboratorium riset teknologi, untuk meningkatkan kapasitasnya, Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel). Kerja sama ini dibuat di sela-sela acara perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Partnership Agreement (IK-CEPA) di Jeju, Korsel.

Kerja sama ini diajukan Indonesia dalam proposal bentuk kerja sama perdagangan bebas dengan Korea Selatan. Analis Kebijakan Ahli Utama (AKAU) dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, selaku Ketua Delegasi Kemenkes menyampaikan hal ini dalam siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, akhir pekan lalu Sabtu (31/8).

Proposal Kesehatan yang diusulkan merupakan upaya menghadapi tantangan industri alat kesehatan yang dihadapi saat ini di Indonesia. Saat ini Industri alat kesehatan Indonesia masih terbatas pada teknologi rendah dan medium. 

Oleh karena itu, kerja sama tersebut, diungkapkan dr. Untung Suseno dilakukan dengan dibarengi peningkatan kapasitas dan asistensi tekikal pengembangan produksi alat kesehatan Indonesia agar sesuai dengan standar dan regulasi internasional, “Diharapkan kerja sama dapat meningkatkan kualitas institusi pengujian alat kesehatan dan laboratorium riset di Indonesia,” harapnya.

Pada perundingan itu, Kemenkes Korea menyatakan dukungannya pada Memorandum of Understanding (MoU) Bidang Kesehatan RI-Korea yang telah ditandatangani di Bogor pada 2017 dan Plan of Action (PoA) yang ditandatangani di Paris pada 2018.

Menurut Untung, Indonesia perlu meningkatkan kapasitasnya dalam melakukan riset dalam hal pengembangan alat kesehatan, meningkatkan kemampuan produksi institusi pengujian alat kesehatan, menyusun standar institusi pengujian alat kesehatan guna memenuhi standar Internasional, membangun institusi pengujian alat kesehatan dan laboratorium riset, serta meningkatkan jumlah pakar dalam institusi pengujian alat kesehatan dan laboratorium riset. 

“Indonesia dan Korsel memiliki hubungan kerja sama yang sangat dekat. Dukungan Kemenkes Korea dalam menjembatani koordinasi dengan counterpart, seperti Food and Drug Administration (FDA) dan Perindustrian Korea, sangat disambut baik oleh Kemenkes RI,” tutur Untung.

Untuk itu, perundingan selanjutnya, kata Untung, akan dilaksanakan pada minggu kedua Oktober 2019 di Bali. Putaran Bali ditargetkan sebagai putaran akhir sebelum perjanjian ditandatangani pada tingkat Kepala Negara pada November 2019. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here