Mukisi.com-Penyakit kritis kian marak dialami masyarakat Indonesia, sehingga perlunya mengoptimalkan penanganan bagi penyakit kritis pada tiap-tiap rumah sakit yang ada di Indonesia. Teknologi canggih dan pelayanan yang memadai harus ditingkatkan.

Critical illness atau penyakit kritis merupakan penyakit yang menyebabkan kronis atau stadium lanjut sehingga seseorang yang mengidap penyakit ini akan memiliki harapan kecil untuk sembuh.

Tahap penyembuhannya dapat dimulai dari pengobatan medis hingga perubahan pola hidup. Mengutip dari Republika.co.id, berdasarkan data riset Kesehatan Dasar (Kemenkes) tahun 2014, dua penyakit kritis tertinggi di Indonesia adalah kanker dan penyakit jantung.

“Risiko penyakit kritis ini seriong terjadi pada masyarakat perkotaan, dimana gaya hidup yang kurang sehat dan kurang olahraga dinilai menjadi penyebab penyakit tersebut,” ungkap Budi Darmawan, Chief Distribution Officer PT Zurich Topas Life.

Distribusi fasilitas kesehatan bagi penyakit kritis belum merata. Teknologi canggih dan pelayanan yag memadai hanya terdapat di beberapa rumah sakit di kota-kota besar. Begitu pula dengan dokter spesialis dan alat medis juga masih terpusat di Pulau jawa, di luar itu masih banyak yang mengalami keterbatasan dalam pengobatan penyakit kritis.

Tak hanya itu, biaya perawatan medis tergolong mahal bagi penyakit kritis. Dalam perawatan kardiovaskular dapat mencapai biaya 150 hingga 300 juta. Begitu pula dengan biaya pemasangan ring jantung dan pengobatan kanker.

Dari mahalnya biaya perawatan medis yang dikeluarkan bagi penyakit kritis maka untuk menghindari hal itu, masyarakat perlu meninggalkan pola hidup yang tidak sehat. Data dari WHO menunjukkan bahwa merokok menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kritis dengan angka sebesar 39 persen.

Kini penyakit kritis tidak mengenal usia. Bahkan usia muda pun rentan terhadap berbagai macam risiko penyakit kritis. Setelah terdiagnosa penyakit kritis, pengobatannya pun membutuhkan penanganan dokter ahli dan biaya yang tidak sedikit.

Dengan begitu, banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, agar dapat ditangani oleh dokter spesialis ternama dengan teknologi yang lebih canggih.

Untuk menghindari hal itu, maka perlunya mengoptimalkan penanganan penyakit kritis di setiap rumah sakit yang ada di Indonesia. Fasilitas dan pelayanan kesehatan harus ditingkatkan agar pasien yang berobat senantiasa nyaman dan tidak khawatir dengan kondisinya.

Kesempatan untuk pulih dari penyakit kritis semakin tinggi bila mendapat penangan yang optimal. Proses perawatan dapat dilakukan lebih dini dan seluruh biaya pengobatan dapat diperkirakan sejak awal tanpa menunggu semakin buruk. (Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here