Mukisi.com-Akhir pekan lalu menjadi momen penting bagi Mukisi Yogyakarta. Banyak agenda yang berlangsung, seperti rapat kerja dan seminar. Dalam rapat tersebut, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) Yogyakarta selaraskan visi misinya demi gemakan RS Syariah di Nusantara.

Rapat Kerja (Raker) tersebut berlangsung pada Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9) di Lobi VIP Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) Bantul, Yogyakarta. Dalam rapat ini, ternyata Mukisi Yogyakarta melakukan regenerasi ketua.

Dalam proses pemilihan ketua baru Mukisi Yogyakarta, diawali dengan dibentuknya dewan formatur yang terdiri dari perwakilan dari rumah sakit anggota Mukisi Yogyakarta, kemudian dipilih berdasarkan prinsip musyawarah mufakat.

Dari hasil musyawarah mufakat tersebut, yang terpilih menjadi ketua adalah dr. Widodo Wirawan, MPH, yang menjabat sebagai direktur RS UII. Ketua yang terpilih menjabat selama lima tahun yaitu 2019 hingga 2024.

Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk menjadi ketua pada periode kali ini, visi dan misi yang saya ajukan yaitu terciptanya dukungan terhadap program utama Mukisi Pusat melalui penggalakan sosialisasi mengenai RS dan klinik syariah sebagai bagian integral dari layanan kesehatan yang paripurna,” papar dr Widodo.

Visi ini diwujudkan melalui misi yang tertaung dalam struktur divisi Mukisi Yogyakarta melalui pelatihan-pelatihan dan edukasi, silaturahmi dialogis serta bimbingan kepada institusi dan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan syariah.

Selain membentuk dewan formatur, raker Mukisi Yogyakarta juga membahas program kerja yang telah dilaksanakan dan melakukan evaluasi, serta merobak divisi-divisi dalam rangka menyesuaikan dengan program Mukisi Pusat dan agar tidak tumpang tindih dengan asosiasi lainnya.

Latar belakang raker selain untuk suksesi kepengurusan juga dalam rangka menyelaraskan dengan program Mukisi pusat yaitu percepatan sertifikasi RS Syariah dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang kesehatan menghasilkan layanan kesehatan yang bermutu, aman serta mendukung pemberlakuan undang-undang jaminan produk halal, dan pencanangan program nasional indonesia halal tourism.

Persiapan rapat kerja sekitar dua bulan, dengan kepanitiaan kolaborasi anatar pengurus Mukisi Yogyakarta dengan RS UII,” lanjutnya.

Dari terpilihnya ketua baru, pelayanan kesehatan syariah diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata karena syariatnya untuk mengikuti sertifikasi RS syariah adalah sudah lolos proses akreditasi dari Komisi Akreditasi RS.

Mutu dan keamanannya tidak perlu dipertanyakan lagi, dan memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat awam untuk mengurangi isu negatif tentang pelayanan kesehatan syariah,” harap dr Widodo.

Selain itu, harapan dari dr. Widodo sebagai ketua baru adalah agar Mukisi sebagai wadah institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan, lebih dikenal di mata masyarakat, karena bersama-sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melahirkan program RS syariah pertama di dunia yang telah distandardisasi dengan baik.

Seminar dan Workshop Nasional

Selain raker yang diadakan pada saat itu, Mukisi Cabang Yogyakarta juga menyelenggarakan Seminar dan Workshop yang bertemakan Peluang dan Tantangan RS Syariah.

Kegiatan Mukisi ini dihadiri oleh para pejabat undangan antara lain dinas kesehatan DIY dan Bantul, asosisasi RS swasta seluruh indonesia (ARSSI) cabang Yogyakarta, perhimpunan manajer pelayanan kesehatan (Permapkin) Yogyakarta, asosiasi RS sakit daerah (Arsada), perhimpunan perawat nasional indonesia (PPNI) DIY dan Bantul, Persatuan ahli gizi (Persagi) DIY, dan Mukisi Pusat.

Peserta seminar dan workshop berasal dari rumahn sakit di Indonesia dan institusi pendidikan tinggi. Raker, seminar, dan workshop juga dikuti oleh seluruh pengurus Mukisi Yogyakarta

Kendala yang ada pada kegiatan tersebut adalah pencarian peserta seminar dan workshop, karena sebaran iklan yang kurang dan database keanggotaan Mukisi yang tidak update. Selain itu beberapa RS tidak dapat mengikuti karena berkaitan dengan efisiensi terkait Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan dan bersamaan dengan acara lain di RS mereka.

Namun sekali lagi saya bersyukur bahwa acara berjalan dengan lancar,” ucap dr. Widodo mengakhiri. (Gth)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here