Mukisi.com-Salat dhuha merupakan salat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Salat dhuha termasuk salah satu dari salat sunah yang dianjurkan dan disebut memiliki banyak keutamaan. Namun, lebih dari itu ternyata salat dhuha juga berdampak baik bagi kesehatan.

Waktu salat yang dimulai dari terbitnya matahari hingga menjelang matahari tergelincir (zawâl) yang menjadi awal waktu zuhur, ini umumnya dikerjakan sebelum menjalankan aktivitas yang padat. Sehingga salat ini bisa dibilang sebagai persiapan awal seseorang melakukan kegiatan yang penuh tantangan.

Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan rohani, salat dhuha, melalui gerakannya juga bermanfaat untuk kesehatan, karena dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan dalam berolahraga. Hal ini seperti yang diungkapkan dr. Ebrahim Kazim.

Gerakan teratur dari salat, ungkap dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy ini bermanfaat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi, serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.

Bedanya dengan olahraga biasa, salat dhuha memiliki pahala yang luar biasa jika dikerjakan karena dapat mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu 360 persendian. Seperti sabda Rasulullah yang artinya,

“di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha.” (HR Muslim, kitab Shalât al-Musâfirîn wa Qashruha, Bab: Istihbâb Shalat ad-Dhuha, hadits No. 720)

“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Salat Dhuha, lanjut dr. Ebrahim, juga tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stres yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari.

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengeluarkan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin, termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang, yang kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya. Namun, endorphin dan enkefalin ini tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Hal ini seperti makna hadis yang menyebut bahwa Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjaga orang yang mendirikan empat rakaat salat dhuha selama hari tersebut. (HR at-Tirmidzi, kitab Shalât, Bab: Mâ Jâ`a fi Shalât ad-Dhuha, no. 475. Abu ‘Isa berkata: “Hadits hasan gharib”. Hadits ini dishahîhkan Ahmad Syakir dalam tahqiq beliau atas kitab at-Tirmidzi. Juga dishahihkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan at-Tirmidzi, 1/147). (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here