Mukisi.com-Antrean panjang di rumah sakit masih menjadi permasalahan pelik pada pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlunya rumah sakit menerapkan fasilitas online agar pasien tak perlu menunggu lama.

Pemerintah telah menetapkan standar minimal waktu tunggu di rumah sakit pada setiap pelayanan yang ada. Misalnya pada pasien rawat jalan, waktu menunggu tidak lebih dari 60 menit sejak mendaftar hingga dilayani oleh dokter. Hal itu tercantum pada aturan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Nomor 129/Menkes/SK/II/2008.

Terkadang jika telah lama menunggu dan tak kunjung mendapat giliran maka pasien harus pulang. Jika dibiarkan, akan berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Sehingga perlunya solusi untuk memangkas antrean tersebut.

Dikutip dari tribunnews, fasilitas online pun hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut, agar pasien tidak perlu antri dan tinggal membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan.

Untuk menunjang pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik, maka kinerja para dokter dan tenaga medis lainnya harus terkoordinir agar layanan dari fasilitas online berjalan lancar, misalkan memastikan waktu yang dibutuhkan setiap pasien untuk dilayani.

Hal itu untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi tiap pendaftar pukul berapa harus datang dan masuk ke klinik yang nanti akan dituju.

Rumah Sakit (RS) Syariah juga banyak yang telah menerapkan fasilitas online untuk mengatasi antrean panjang di rumah sakit, salah satunya adalah RSI (rumah sakit islam) Sultan Agung, Semarang.

“Pendaftaran online bagi pasien RSI Sultan Agung bisa diakses melalui website resmi kami yaitu rsisultanagung.co.id,” ungkap dr Saras Pujowati, dokter umum RSI Sultan Agung Semarang.

Langkah awal pendaftaran online yang dilakukan oleh pasien adalah mengunjungi laman resmi RSI Sultan Agung untuk registrasi rawat jalan. Setelah itu pasien mencari biodata dengan menginput nomor rekam medis dan tanggal lahir.

Selanjutnya, pasien diminta untuk mengonfirmasi nomor handphone apakah sudah sesuai atau tidak. Kemudian bagi pemesanan antrian, pasien menginput variable seperti jenis pasien, pilih klinik, serta pilih dokter.

Setelah mendaftar online, pasien tetap mengambil nomor antrian pendaftaran untuk verifikasi persyaratan bpjs, bila pasien tersebut menggunakan bpjs bukan pasien umum.

“Pendaftaran online ini berlaku untuk semua pasien baik bpjs maupun umum. Namun untuk saat ini, hanya diperuntukkan untuk pasien lama atau yang sudah mempunyai nomor rekam medis,” papar dokter saras yang juga merupakan Kepala Instalasi Rekam Medis.

Keberadaan layanan dari fasilitas online ini diharapkan dapat memangkas antrean panjang yang ada di rumah sakit guna memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi pasien, sehingga pasien dapat bertemu dokter tanpa harus khawatir slot penuh. (Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here