Mukisi.com-Tanggal kedaluwarsa pada obat menjadi begitu penting. Mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa akan mengurangi kemanjuran obat dalam mengobati penyakit, selain itu juga dapat memberikan dampak negatif pada tubuh.

Beberapa waktu lalu, ada berita terkait salah satu pukesmas di Jakarta yang memberikan obat kedaluwarsa pada ibu hamil, sehingga mengakibatkan pasien mengalami batuk, sakit perut, dan kepala pusing.

Mengutip dari CNNIdonesia, obat kedaluwarsa memiliki risiko tinggi pada pertumbuhan bakteri. “Setelah tanggal kedaluwarsa habis, taka da jaminan bahwa obat tersebut akan aman dan efektif,” ujar Ilisa Bernstein, Wakil Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Food and Drug Administration (FDA)

Obat memiliki bahan kimia untuk mengobati penyakit tertentu, ketika masa berlakunya telah habis maka obat tersebut menjadi kurang efektif dalam mengobati. Obat kedaluwarsa dapat diketau dengan mengenali ciri-ciri sebagi berikut:

Melewati Tanggal Kedaluwarsa

Jika ingin mengetahui tanggal kedaluwarsa maka ciri yang paling mudah adalah dengan melihat tanggal produksi dan kedaluwarsa yang tersedia di kemasan obat. Apabila sudah terlewat maka baiknya jangan dikonsumsi dan segera dibuang agar tidak membahayakan orang lain.

Berubah Warna

Bila obat berupa cairan seperti sirup, maka dapat dilihat dari perubahan warna pada obat tersebut. Hal ini menunjukkan adanya reaksi kimia pada cairan obat. 

Cairan Terpisah

Selain berubah warna, maka cairan obat juga dapat menunjukkan beberapa lapisan terpisah, misalnya seperti pemisahaan yang terjadi pada air dan minyak. Begitu pula yang terdapat pada obat.

Berubah Bentuk

Lain lagi bila obat berupa tablet atau kapsul, jika sudah melewati batas masa berlaku maka dapat ditandai dengan perubahan bentuk, seperti mencair atau mengkerut. Sehingga ada baiknya bila sebelum mengonsumsi obat, dilihat dahulu kemasan dan bentuk obat, agar tidak salah dalam mengonsumsi.

Beberapa obat yang tidak aman dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa adalah insulin untuk mengontrol kadar gula darah, obat jenis nitrogliserin yang megatasi nyeri dada, vaksin. 

Tidak hanya berlaku pada pukesmas, di Rumah Sakit pun juga harus lebih hati-hati jika memberikan obat pada pasien, agar tidak menimbulkan masalah. Jangan menyimpan obat di tempat panas dan lembap. Sebaiknya disimpan dalam ruangan kering dan sejuk, serta jauh dari paparan cahaya. Tak lupa menutup botol obat dengan rapat dan jauhkan dari jangkauan anak serta hewan peliharaan. (Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here