Mukisi.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung adanya rumah sakit bersertifikasi syariah di Indonesia. Hal tersebut dilihat dari implementasi nilai-nilai Islam yang dianggap dapat melengkapi pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik.

“Dengan sertifikasi syariah diharapkan bisa membantu dan menyempurnakan agar pelayanan rumah sakit lebih bagus,” ujar Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo pada Kamis (21/3).

Dia menambahkan, salah satu syarat mendapatkan sertifikasi syariah yakni rumah sakit harus sudah terakreditasi. Maka baginya, sertifikasi tersebut merupakan upaya bagus dalam meningkatkan kualitas rumah sakit di Indonesia.

Bambang Wibowo juga menyampaikan harapannya, agar ke depan, sertifikasi bisa diterapkan ke semua rumah sakit di seluruh Tanah Air yang jumlahnya lebih dari 2.800, yang 500 di antaranya merupakan rumah sakit Islam yang dinaungi oleh lembaga Islam, namun rata-rata masih belum memiliki sertifikat halal.

Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), dr. H. Masyhudi AM, M.Kes pun menambahkan, seperti dilansir Republika, bahwa dengan adanya sertifikasi syariah, tidak berarti ada pihak mana pun yang dirugikan karena rumah sakit syariah tidak harus melayani pasien muslim saja.

“Rumah sakit syariah di Indonesia tidak eksklusif, tapi inklusif untuk semua. Islam rahmatan lil alamin,” katanya pada kesempatan serupa.

MUKISI sendiri di tahun ini, lanjut dr. Masyhudi, menargetkan akan ada 100 rumah sakit yang tersertifikasi syariah. Di mana pada tahun sebelumnya, MUKISI menargetkan sebanyak 50 rumah sakit tersertifikasi syariah.

“Alhamdulillah rumah sakit yang berproses (bersertifikat syariah) mencapai 54, enam di antaranya rumah sakit pemerintah,” katanya.

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 20 rumah sakit telah resmi mendapatkan sertifikat syariah. Sementara sisanya masih dalam proses meliputi prasurvei, pendampingan, dan lainnya.

Lebih lanjut, kata dia, rumah sakit yang ingin mengajukan sertifikat syariah, harus sudah diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). “Dengan bersertifikat syariah, ini upaya untuk tetap menjaga mutu dan pelayanan ke pasien,” tegas dr. Masyhudi.

Pihaknya berharap, semakin banyaknya rumah sakit syariah, bisa mendorong produk farmasi yakni obat-obatan juga mendapat sertifikasi halal. “Kita dorong biar semua produknya halal, dorong halal lifestyle,” pungkasnya. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here