Mukisi.com-Seperti halnya rumah sakit lain yang ingin memperbaiki pelayanannya untuk menjadi RS yang lebih baik dan implementasi halal lifestyle dengan akreditasi syariah, RS Bakti Timah (RSBT), Pangkalpinang pun juga tak ingin ketinggalan. Ini ditandai dengan dimulainya proses pendampingan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) pada Senin (26/8) lalu.

Sebelum memulai prosesnya untuk menjadi sebuah RS tersertikasi syariah, sebelumnya RSBT Pangkalpinang telah mempertimbangkan bahwa halal lifestyle kini telah menjadi salah satu bagian dari pola hidup masyarakat Indonesia, dan pihak RS ingin menyediakan layanan tersebut.

Setelah mengajukan permintaan sertifikasi syariah, Mukisi sebagai pihak pemberi rekomendasi sebelum MUI menjalankan survei di RS untuk memberikan sertifikat syariah, pun hadir untuk mulai mendampingi RSBT Pangkalpinang.

Hadir dalam pendampingan, yakni dr. H. Masyhudi AM, M.Kes. selaku Ketua Umum Mukisi dan Miftachul Izah, SE., M.Kes. selaku Wakil Sekretaris Mukisi. Mukisi melihat seperti apa yang sudah dilakukan RSBT Pangkalpinang, dan membantu Pangkalpinang belajar menyiapkan RS yang memberikan layanan secara syariah.

Diugkapkan Miftachul Izah, SE., M.Kes., bahwa baik pemilik, direktur, hingga staf RSBT Pangkalpinang nampak antusias mengikuti pendampingan. Di sana, Mukisi banyak berdiskusi dan melakukan observasi. RSBT Pangkalpinang sendiri pun mengatakan optimis, dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan akan segera maju menjadi RS yang tersertifikasi syariah.

Uniknya, jika kebanyakan RS baru memiliki Sertifikat Gizi Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) setelah proses pendampingan, maka RSBT Pangkalpinang telah memilikinya saat sebelum proses pendampingan.

Sertifikat Gizi Halal sendiri merupakan salah satu syarat utama pada proses survei RS yang ingin mengajukan sertifikasi syariah. Dan karena Kepulauan Bangka Belitung melalui LPPOM MUI memang sedang menggalakkan halal food di sana, maka RSBT Pangkalpinang sebagai pemberi pelayanan RS yang baik pun telah melalui proses sertifikasi tersebut. “Jadi, modal dasarnya, RS Bakti Timah sudah punya,” jelas Mifta.

Namun, dari temuan observasi pada dokumen-dokumen, RSBT Pangkalpinang masih belum lengkap karena belum memuat konten syariah. Meski begitu, secara keseluruhan termasuk operasional di RSBT Pangkalpinang dikatakan Mifta, sudah siap membawa RS tertua di Kota Pangkalpinang ini melaju untuk menjadi RS syariah.

Pada proses pendampingan, termasuk di dalamnya implementasi untuk membudayakan prinsip syariah di RS, Mifta memperkirakan, dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan, RSBT Pangkalpinang dapat memulai proses pra-survei untuk mendapatkan rekomendasi Mukisi sebagai RS syariah.

Dimulainya proses pendampingan RSBT Pangkalpinang ini menjadi RS pertama di Kepulauan Bangka Belitung yang mengupayakan proses sertifikasi syariah. Hal ini tentunya diharapkan dapat mendukung tercapainya #2020ada100RSSyariah.

Selain melakukan pendampingan, pada kesempatan berkunjung di Bumi Serumpun Sebalai, pada Selasa (27/8) Mukisi juga berkunjung dan bersilaturahmi ke Kantor MUI Wilayah Bangka Belitung (Babel). Dalam agenda tersebut, Mukisi pun diterima dengan hangat oleh Wakil Ketua serta Sekretaris MUI Babel.

Mifta menyampaikan, ini dilakukan sebagai upaya kerja sama untuk sosialisasi dan dukungan sertifikasi RS syariah bagi RS di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dengan MUI di wilayah tersebut. “Karena untuk Dewan Pengawas Syariah MUI wilayah nantinya juga turut membantu dalam mengawasi implementasi RS syariah di sana,” pungkas Mifta. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here