Mukisi.com-Jika berbicara mengenai lembaga atau institusi yang memberikan pelayanan dan berinteraksi dengan berbagai pihak, tentu belum lengkap rasanya jika tidak membahas mengenai kaidah akad pelayanan dan keuangannya. Terlebih, bila yang dilakukan ini sesuai prinsip syariah, maka tentu akan membawa keberkahan tersendiri, dan dapat bernilai ibadah.

Untuk memberikan pengetahuan ini pada masyarakat secara umum, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) cabang Yogyakarta pun menggelar sebuah lokakarya Akad Pelayanan dan Keuangan Syariah pada Sabtu (7/9) mendatang dalam tajuk gelaran Peluang dan Tantangan Pelayanan Kesehatan Syariah.

Penjabaran materi Akad Pelayanan dan Keuangan Syariah pada lokakarya ini, diungkapkan DR. Moch. Bukhari Muslim, Lc., M.A. selaku pemateri, kembali merujuk pada fatwa DSN-MUI terkait Pedoman Pelaksanaan Rumah Sakit Berdasar Prinsip Syariah No. 107.

Rumah sakit merupakan pemberi jasa/layanan kesehatan, yang untuk operasionalnya penting memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Prinsip ini kemudian dijabarkan berupa standar-standar rumah sakit dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Misalnya, RS harus punya standar dalam penanganan pasien. Bagaimana dokter di RS dalam melayani pasien, begitu pula perawat. Ini perlu diatur sedemikian rupa, dan hal ini berbeda-beda di setiap RS,” jelas DR. Bukhari.

Begitu pula dengan akad atau kontrak yang dilakukan RS dengan berbagai pihak dalam operasionalnya, juga perlu memperhatikan akad seperti apa yang pas untuk diterapkan. Seperti akad RS dengan pasien, RS dengan karyawan, dengan dokter, maupun stakeholder lain seperti dengan pemasok obat, alkes, atau pihak lain dalam bidang apapun yang tentu akan berbeda.

“Contohnya, akad RS dengan pasien, yang cocok ijaroh atau ju‘alah. Kalau ju‘alah, pasien sembuh dulu, baru setelah itu membayar RS. Kan tidak mungkin. Nah, hal seperti itu yang kita bahas, karakter masing-masing akad untuk di RS akan seperti apa,” papar DR. Bukhari.

Pengetahuan pada materi ini penting untuk diketahui dan dipahami, karena ketika membicarakan syariah, maka juga harus memperhatikan standar yang dilihat dari segala aspek, termasuk pelayanan dan akad. “Bahkan ketika membicarakan pelayanan RS yang syariah, maka juga perlu membahas akhlak dan moral dalam memberikan pelayanan,” tandasnya.

“Ketika ada RS yang dideklarasikan syariah, lalu hanya dilihat dari perawat perempuannya yang memakai kerudung, tentu hal itu saja tidak cukup untuk dikatakan syariah. Itu hanya sebagiannya, dan perlu disebutkan hal-hal lainnya dalam sebuah standar,” imbuh DR. Bukhari.

DR. Bukhari menegaskan, materi lokakarya ini dapat diikuti oleh umum, dan akan sangat mungkin untuk diterapkan pada pelayanan/jasa di luar rumah sakit. Karena lokakarya ini akan membahas masalah akad dan pelayanan syariah secara umum terlebih dahulu sebelum mengerucut kepada implementasinya dalam sebuah RS.

“Jadi sangat mungkin jika pengetahuan ini tidak diterapkan di RS. Karena pengetahuan akad ini juga bersifat umum, asalkan digunakan sesuai sifat dan karakteristik, serta syarat dan rukunnya,” tegasnya.

Dalam lokakarya yang akan dilangsungkan mulai pukul 11.00 pagi hingga 17.00 sore, peserta yang hadir akan disuguhkan pula materi mengenai laporan keuangan syariah. Karena membahas akad pelayanan sesuai syariah pun perlu sepaket dengan laporan keuangannya. Sehingga dalam laporan keuangan, yang dianggap sebagai suatu pendapatan menjadi jelas, tidak ada unsur subhat, apalagi haram.

“Karena rujukannya adalah fatwa, maka nantinya akan berkenalan terlebih dahulu dengan fatwa. Jadi kita sampaikan secara umum, bagaimana yang mengatur hal ini, yakni fiqh muamalat, hingga masuk ke kontrak-kontrak dan masuk ke hal yang lebih spesifik, yakni RS.”

Ilmu dari lokakarya ini nantinya diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi peserta, khususnya masyarakat yang masih awam mengenai macam-macam akad, hingga bagaimana jika ada sengketa dan cara menyelesaikannya pada akad-akad tersebut.

Sehingga, peserta yang hadir pun bisa menerapkan ilmu ini pada kehidupan sehari-hari seperti saat jual-beli, sewa-menyewa, sesuai dengan hukum atau fiqh Islam.

Untuk informasi lebih lanjut atau pendaftaran mengenai lokakarya (workshop) ini, dapat langsung menghubungi WhatsApp/SMS ke narahubung berikut. (nin)

Hanan
0813-2824-9676

Icha
0813-2621-5217

Rizqo
0852-2811-6903

Hakim
0812-1265-6009

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here