Mukisi.com-Sama halnya pada keuangan dan ekonomi syariah yang memiliki Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah pun memiliki sebuah komite yang disebut Komite Syariah.

Tidak mudah, peran ini yang kemudian akan menjadi salah satu pemaparan dalam Workshop Rumah Sakit Syariah yang digelar pada 7 hingga 8 September 2019 mendatang. Komite Syariah merupakan salah satu bagian dari struktur organisasi RS syariah.

Komite ini sangat diperlukan untuk menilai, mengawasi, serta memberikan rekomendasi terhadap kebijakan dan tata kelola pelayanan kesehatan di RS sesuai prinsip syariah. Sehingga nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan dapat terimplementasi di setiap unit kerja RS.

Tiga kompetensi besar, yakni menguasai manajemen perumahsakitan, menguasai manajemen dakwah dan hukum Islam, serta menguasai  instrumen dan standar RS syariah juga perlu dimiliki oleh Komite Syariah.

Selain itu, masih ada beberapa syarat lain sebagai Komite Syariah RS syariah yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, digelar sebuah lokakarya (workshop) yang bertujuan untuk siapa saja (umum) menjadi paham mengenai konsep penerapan manajemen dan pelayanan RS berprinsip syariah.

Dengan adanya kegiatan ini tentunya dapat sekaligus memberikan gambaran mengenai bagaimana cara melakukan pengawasan (monitoring) dan evaluasi RS syariah melalui peran Komite Syariah.

Dalam lokakarya bertemakan Komite Syariah: Peran dan Implementasinya dalam Pengawasan Standar Syariah di Rumah Sakit yang diselenggarakan pada 7 September 2019 mendatang, peserta yang hadir akan mendapatkan empat materi pokok, yakni peran dan mekanisme tata kerja Komite Syariah di RS syariah, pedoman tugas dan wewenang Komite Syariah, kertas kerja dan teknis pengawasan Komite Syariah, hingga studi kasus atau simulasi pengawasan Komite Syariah.

Pemaparan materi dalam lokakarya ini akan diisi oleh dr. Sagiran, Sp.B, M.Kes. selaku Ketua Mukisi di wilayah cabang Yogyakarta beserta Samsudin Salim, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Komite Syariah RSI Sultan Agung (RSISA) Semarang, yang keduanya juga menjabat sebagai Divisi Sertifikasi RS Syariah Mukisi.

Lokakarya yang digelar oleh Mukisi Yogyakarta ini menurut pemaparan Samsudin Salim, dirancang sedemikian rupa, bukan sekadar paparan materi, namun ada sesi bimbingan teknis tugas dan pelaporan Komite Syariah.

“Harapannya sepulang dari workshop ini, peserta dapat langsung mengimplementasikannya di RS masing-masing,” ujarnya.

Lokakarya yang akan digelar paralel bersama tiga lokakarya lain, dan dua studium general ini dibuka bagi peserta umum dengan kuota terbatas. Pendaftaran paling lambat dapat dilakukan hingga 28 Agustus 2019 mendatang.

Untuk informasi pendaftaran dapat langsung menghubungi WhatsApp/SMS ke narahubung berikut. (nin)

Hanan
0813-2824-9676

Icha
0813-2621-5217

Rizqo
0852-2811-6903

Hakim
0812-1265-6009

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here