Mukisi.com-Setelah melalui perjalanan panjang hingga akhirnya menjadi sebuah rumah sakit, RS Dewi Sri Karawang akhirnya pun turut andil dalam menjadi sebuah rumah sakit yang berproses untuk tersertifikasi syariah di daerah Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan dilaluinya proses pra-survei pada Sabtu (24/8) lalu.

Perjalanan panjang RS Dewi Sri dimulai dengan praktik dokter umum oleh pemilik sekaligus pendirinya, dr. Yunanto Sam‘un Bashor pada tahun 1978, hingga izin operasional tetap rumah sakit dimiliki melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan pada tanggal 30 Juli 1997.

Salah satu spirit dr. Yunanto dalam mendirikan rumah sakit sebagai dasar keimanan demi mendapat hasil jerih payah yang halal agaknya demikian dijaga. Sehingga RS Dewi Sri mulai menjalani pendampingan untuk menjadi rumah sakit yang lebih baik, berlandas syariat Islam.

Diungkapkan salah satu asesor Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) dalam pelaksanaan pra-survei Sabtu (24/8) lalu, H. Samsudin Salim, S.Ag.,M.Ag, bahwa RS Dewi Sri telah mulai menjalani pendampingan dengan Mukisi sejak Oktober  2018 lalu.

Dalam pra-survei yang dilaksanakan selama kurang lebih sembilan jam, yakni sejak pukul 08.00 – 17.00 diisi dengan pembukaan, sambutan-sambutan baik dari Direktur RS Dewi Sri, juga Ketua Tim pra-survei, yakni dr.H.Nikmatullah, MARS, dan disusul presentasi mengenai persiapan sertifikasi RS syariah yang dilakukan RS Dewi Sri, telusur dokumen, telusur lapangan, hingga exit conference

Dari hasil pra-survei yang dihadiri pemilik, direktur, tim sertifikasi RS syariah, pejabat struktural, hingga tenaga dokter dari RS Dewi Sri, secara keseluruhan, diungkapkan Samsudin Salim, RS Dewi Sri mendapat penilaian yang bagus. Dan penilaian ini akan secara resmi disampaikan oleh Mukisi setelah hasil penilaian diserahkan pada tim asesor saat kegaiatan pra-survei tersebut.

Catatan dari hasil penilaian pra-survei di RS Dewi Sri ditemukan hanya pada aspek administratif kelompok manajemen dan pelayanan, seperti masih kurangnya sign atau pesan-pesan agama yang tertempel, serta linen infeksius dan non-infeksius yang masih perlu dilakukan pemisahan area.

“Selain itu, dokumen regulasi secara keseluruhan sudah lengkap,” tandas Samsudin Salim yang juga merupakan salah satu Divisi Sertifikasi RS Syariah Mukisi. 

Sementara itu, Komite Syariah RS Dewi Sri diungkapkan sudah bekerja mengawal persiapan sertifikasi syariah. Surat rekomendasi Komite Syariah sebagai bukti keterlibatan dalam penyusunan regulasi RS pun juga sudah diterbitkan.

Selanjutnya setelah proses pra-survei oleh Mukisi ini, RS Dewi Sri akan mempersiapkan pelaksanaan Survei Sertifikasi RS Syariah oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jadwal pelaksanaan survei ini masih belum secara pasti, namun diungkapkan Samsudin Salim, bahwa ada kemungkinan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan mendatang.(nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here