Mukisi.com-Sebanyak 615 dari 2170 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan turun kelas atau mendapat reviu dari Kementerian Kesehatan. Namun hal ini tidak mempengaruhi pelayanan pada pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan, karena tindakan ini didasarkan demi kompetensi, mutu, dan pelayanan pada pasien.

Jumlah tersebut tercantum dalam surat bernomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit. “Setelah dilakukan reviu dengan perhitungan berdasarkan Permenkes pedoman review kelas, ada 615 rumah sakit yang direkomendasikan untuk disesuaikan kelasnya agar gambaran kompetensi jelas,” ungkap Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS, dilansir dari detikHealth.

Reviu ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pasal 72 ayat (2). Pada aturan tersebut dinyatakan bahwa ada ketidaksesuaian kelas rumah sakit berdasarkan peraturan perundang-undangan pada saat kredensial atau rekredensial, maka BPJS Kesehatan harus melaporkan kepada Menteri Kesehatan untuk dilakukan reviu alias tinjauan.

Kriteria penurunan kelas oleh Kementerian Kesehatan yang didasari oleh sumber daya yang ada di rumah sakit tersebut, mulai dari sarana dan prasarana sampai tenaga kesehatan khususnya dokter yang berpraktik di sana ini juga diungkapkan tidak memiliki dampak pada pasien dan sistem rujukan. Sebab kompetensi rumah sakit tersebut tidak mengalami perubahan pada saat dilakukan sistem rujuk untuk pasien pada saat itu.

Tujuan dilakukannya pengecekan atau reviu kepada sejumlah rumah sakit ini adalah untuk menata pembinaan dan pengawasan agar rumah sakit bisa melakukan perbaikan, khususnya dalam segi sumber daya, baik sarana prasarana, fasilitas, maupun dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

“Jadi semua pihak diuntungkan. Rumah sakit juga diuntungkan karena dia jadi tahu kompetensinya di mana. Semuanya untung,” tandasnya.

Pada reviu ini, sebanyak 47 RS kelas A disebutkan memenuhi standar, sementara yang turun kelas 9 RS. Kemudian untuk kelas B, sebanyak 270, sementara yang turun kelas 88 RS. Lebih lanjut, RSkelas C yang memenuhi standar yaitu sebanyak 839, sementara yang turun kelas yaitu 325. Lalu, RS yang memenuhi standar yaitu sebanyak 399, sementara yang turun kelas 193 RS. Sehingga total RS yang tidak sesuai atau turun kelas sebanyak 615 RS. Sementara yang memenuhi standar ada 1.555 RS.

Skema Rujukan Tidak Berubah

Setelah adanya penurunan kelas, baik dari kelas A, B, C, maupun D rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dikatakan akan memiliki sistem rujukan tetap yang sama seperti sebelumnya.

Untuk rumah sakit kelas A misalnya, dapat dikatakan telah unggul dari sisi tenaga medis seperti tersedianya dokter subspesialis dan jadi tempat rujukan tertinggi. Jika seorang pasien berada pada wilayah yang hanya memiliki rumah sakit kelas C atau D, sedangkan ia memerlukan berobat ke RS kelas B, dalam keadaan darurat ia harus ditangani terlebih dahulu di rumah sakit terdekat. Setelah itu barulah berobat ke RS kelas B.

“Dalam hal gawat darurat, di mana saja bisa. Kalau tidak darurat, kalau di wilayah itu tidak ada, harus disegerakan ada. Kalau kompetensinya tidak ada bisa ke wilayah lain kalau daruratnya sudah ditangani. Artinya, sistem rujukan enggak berubah,” jelas dr. Bambang.

Sedangkan untuk kasus lain, misalnya di wilayah itu hanya tersedia RS tipe B dan tidak ada RS kelas C atau D yang dekat, maka tidak masalah kalau pasien langsung ditangani ke RS tipe B.

Tersertifikasi Syariah Tidak Berarti Tidak Turun Kelas

Melalui instrumen Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, dikatakan dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, Sekretaris MUKISI, rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah, tidak berarti tidak bisa diturunkan kelas.

“Aturan penetapan kelas sesuai Permenkes, kalau RS sudah tersertifikasi syariah, iya memang sudah baik, lulus akreditasi, tetapi akreditasi dan klasifikasi RS adalah dua hal yang berbeda,” tegas dr. Burhan.

Supaya tidak turun kelas, dr. Burhan menuturkan, maka RS hanya perlu melengkapi semua kebutuhan yang diminta oleh aturan. “Itu saja kuncinya. Lengkapi saja itu, maka RS akan aman, sehingga tidak akan turun kelas,” pungkasnya. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here