Mukisi.com-Jika upacara yang diselenggarakan tiap tanggal 17 Agustus biasanya ditujukan hanya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, namun tidak pada upacara yang diselenggarakan RSI Sultan Agung Semarang (RSISA). Pada peringatan HUT RI ke-74, RSI Sultan Agung Semarang juga merayakan miladnya yang ke-48. 

Dalam acara bertajuk tasyakuran yang diawali dengan kegiatan upacara bendera, selanjutnya RSI Sultan Agung Semarang juga memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah mengabdi selama 20, 25, 30, dan 35 tahun, serta melakukan pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama RSISA dan diberikan kepada Ketua Yayasan Bidang Kesehatan, Dr.H. Muktasim Billah, Sp.S.

Memanfaatkan momen tasyakuran milad ini, sebagai upaya RS untuk terus berinovasi, direksi meluncurkan sebuah program yang memotivasi para karyawan RS untuk bisa memperbaiki pola hidup dengan berorientasi pada pada kesehatan jasmani, yakni GESIT BEKERJA (Gerakan Sehat dan Fit dalam Bekerja).

Peluncuran program ini ditandai dengan pemberian tumbler air minum kepada seluruh keluarga besar RSI Sultan Agung Semarang. Harapan lain dari program ini, selain dalam rangka memperbaiki pola hidup, juga untuk mengajak para karyawan di RSISA mencukupkan diri dengan minum air setiap hari. 

Hal ini juga sekaligus upaya menyadarkan pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai sebagai salah satu sumbangsih pada limbah sampah plastik yang saat ini tengah menjadi masalah yang tidak hanya di lingkup nasional. 

Oleh karena itu, program GESIT BEKERJA ini berisi tentang ajakan pada tiga hal pokok, yakni cukup minum dengan tempat minum yang ramah lingkungan, mengonsumsi makanan sehat dan halal, serta berolahraga secara teratur.

Untuk mendukung program ini RSI Sultan Agung Semarang menyediakan dispenser di seluruh perkantoran unit kerja, termasuk di beberapa ruang rapat rumah sakit. Sementara bagi para pasiennya, dituturkan Samsudin Salim, S.Ag., M.Ag., selaku Ketua Tim Syariah RSISA, yang juga tim Divisi Sertifikasi RS Syariah Mukisi mendatang juga kemungkinan untuk diadakan.

“Dispenser untuk pengunjung saat ini masih dalam pengkajian format dan konsep yang tepat,” tuturnya.

Perhatian terhadap keramahan lingkungan ini, menurut Samsudin Salim, sedianya telah dilaksanakan oleh hampir semua rumah sakit, termasuk pengelolaan sampah dan gerakan green hospital.

“Oleh karena itu, progam GESIT BEKERJA menjadi inovasi dari upaya kepedulian manajemen RSISA terhadap menumpuknya sampah plastik di Indonesia, sekaligus membudayakan karyawan untuk cukup air,” terangnya.

Ke depan, selain istiqomah syariah, Samsudin Salim berharap gerakan peduli lingkungan juga selalu istiqomah dilaksanakan dengan berbagai macam inovasi dan kreasi gerakan dengan dukungan dari manajemen dan seluruh keluarga besar RSI Sultan Agung, serta disusul oleh rumah sakit syariah lainnya.(nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here