Mukisi.com-Sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penyembuhan, praktik penggunaan obat yang tidak bijak dan rasional amat perlu diperhatikan. Karena kesalahan menggunakan obat atau penggunaan dosis yang tidak tepat justru akan menyebabkan masalah kesehatan baru.

Upaya swamedikasi atau upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri tentu telah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengobati penyakit ringan, seperti sakit kepala dan batuk pilek. Karena obat-obatan tanpa resep obat tersebut dijual bebas dan bisa dengan mudah diperoleh masyarakat.

Namun, swamedikasi tidak boleh dilakukan dengan menggunakan obat keras, karena obat tersebut hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, salah satunya adalah antibiotik. Bahaya yang timbul akibat penggunaan antibiotik yang telah menjadi masalah global sekarang adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Pemberian antibiotik tidak sesuai indikasi atau kebutuhan klinis (irrasional) bukan menyembuhkan, namun malah dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Antibiotik akan menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) yang dapat menyebar dengan cepat pada orang lain. Bakteri resisten ini dapat menyebabkan kematian, apabila sudah tidak dapat diobati dengan semua jenis antibiotik yang ada. 

Swamedikasi boleh dilakukan dengan menggunakan obat yang diperoleh/dibeli tanpa resep dokter baik di apotek maupun toko obat berizin, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Sebelum menggunakan obat bebas, kita harus membaca dengan cermat informasi pada kemasan obat. Misalnya kandungan obat (komposisi), khasiat (indikasi), dosis, aturan pakai, efek samping, kontraindikasi, cara penyimpanan, kedaluwarsa, nomor registrasi obat.

Kementerian Kesehatan sendiri kini telah mempromosikan slogan Tanya Lima O. Tanya Lima O merupakan lima pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu Obat ini apa nama dan kandungannya? Obat ini apa khasiatnya? Obat ini berapa dosisnya? Obat ini bagaimana cara menggunakannya? Obat ini apa efek sampingnya?

Melalui slogan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif lagi mencari informasi tentang obat, baik kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga farmasi, maupun dari sumber informasi lainnya yang valid dan terpercaya, seperti kemasan obat atau referensi resmi terkait obat yang akan atau sedang dikonsumsi.

Banyaknya masalah dalam penggunaan obat oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan, akibat minimnya pengetahuan dan informasi tentang penggunaan obat secara benar, juga melatarbelakangi diluncurkannya Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) oleh Kementerian Kesehatan RI.

GeMa CerMat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat melalui serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan obat secara tepat dan benar.(nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here