Mukisi.com-Pelayanan yang ditawarkan oleh berbagai rumah sakit di Indonesia rupanya menjadi rujukan negara lain. Seperti halnya Timor Leste yang menjadikan salah satu RS di Jakarta sebagai rujukannya.

Dilansir dalam viva.co.id, sebanyak 400 warga Timor Leste sudah dirujuk ke RS di Indonesia. Beragam penyakit seperti kanker dan jantung yang banyak di derita oleh pasien dari negara tetangga tersebut.

Bukan saja atas kehendak maisng-masing dari warganya, pemerintah Timor Leste pun setiap tahun menganggarkan sekitar US$5 juta atau 70,95 miliar rupiah, untuk rujukan berobat warga negaranya ke luar negeri. Dana tersebut dibagi ke tiga negara tujuan, yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Wakil Menteri Kesehatan Urusan Pengembangan Kesehatan Strategis Timor Leste, Bonifacio Mau Coli dos Reis mengatakan, dipilihnya rumah sakit di Indonesia lantaran memiliki pelayanan yang baik. Menurutnya, kesamaan bahasa dan jarak menjadi dua faktor utama banyak pasien yang dirujuk berobat ke Indonesia

“Selain layanannya, di Indonesia tidak perlu penerjemah. Pasien bisa langsung komunikasi dengan dokternya,” ujarnya.

Pelayanan terbaik yang diberikan oleh dokter ataupun karyawan rumah sakit tentunya menjadi poin utama seseorang berkeinginan untuk dirawat di rumah sakit tersebut. oleh sebab itu peningkatan layanan kesehatan rumah sakit pun perlu ditingkatkan.

Sama halnya dengan Rumah Sakit Syariah, yang kini semakin menjadi sorotan publik dalam hal positif. Bukan saja dalam negeri, namun respon dari warga negara asing pun sangat antusias terhadap RS Syariah.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Siti Aisyah Ismail, MARS, yang merupakan anggota dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (mukisi). Kala itu, ia mendapat kesempatan menyampaikan manajemen pelayanan RS Syariah kepada teman-teman dari berbagai Negara dalam acara AGBA (Academy of Global Business Advancement) yang diadakan di Indian Institute of Technology Delhi pada tanggal 4 Juli 2019 lalu.

“Sewaktu selesai presentasi ternyata feedback yang saya dapatkan tidak seperti pikiran saya, para hadirin yang datang sangat antusias terhadap pelayanan rumah sakit syariah, bagi mereka itu adalah hal baru di dunia bisnis. Bagaimana mengelolah sebuah Rumah Sakit yang memegang prinsip sesuai kaidah Islam? Karena di sana yang datang kebanyakan adalah non-muslim,” terangnya.

Dari pertemuan singkat tersebut, dokter Aisyah berharap dapat memperluas pengetahuan mengenai RS Syariah di kancah Nasional maupun Internasional. (Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here