Mukisi.com-Beberapa waktu lalu, publik kembali dikejutkan dengan maraknya obat palsu yang beredar. Sebelumnya hal ini juga pernah terjadi di tahun 2015. Karenanya, perlu bagi kita mewaspadai obat palsu dan mengetahui cara membedakannya dari yang asli.

Dikutip dari detik, dalam laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (bpom) menyampaikan klarifikasinya. Dalam keterangan itu, mereka mengungkap bahwa obat palsu berasal dari sarana ilegal yang mengemas ulang obat generik menjadi obat bermerek dengan harga yang lebih tinggi.

Bahan-bahan obat ini mereka dapatkan dari Jakarta dan Semarang, yang kebanyakan merupakan obat kedaluwarsa.

Hasil investigasi Badan POM bersama Bareskrim POLRI mengungkap bahwa obat yang dikemas ulang tersebut, didistribusikan melalui pedagang farmasi, PT. Jaya Karunia Investindo yang dimiliki pelaku ke apotek-apotek di Jabodetabek,” tulis BPOM dalam lamannya.

Dengan demikian, kita patut waspada terhadap peredaran obat palsu yan belum sepenuhnya ditarik dari penjualan. Baik fasilitas-fasilitas medis seperti RS, klinik dan apote maupun masyarakat perlu mencermati ciri obat palsu. Berikut adalah cara cermat membedakan obat palsu dan asli, dikutip dari detik.

Perhatikan Harga

Acapkali konsumen tergiur dengan harga murah obat-obatan. Harusnya, mereka malah waswas tentang keaslian obat. Apalagi, jika harga obat yang ditawarkan terlampau murah.

Misal amoxan yang harga satuannya 4-5 ribu rupiah. Masyarakat harus curiga bila bisa dibeli dengan harga 1 ribu rupiah, apalagi jika sebelumnya belum pernah beli. Mungkin ada kandungan yang dikurangi atau tidak ada, meski kemasannya terlihat baik. Obat umumnya punya Harga Eceran Tertinggi (het) sehingga tidak boleh kurang atau lebih dari standar itu,” kata Vincent Harijanto, Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi – Gabungan Pengusaha Farmasi.

Cermati Tanggal Produksi dan Kedaluwarsa

Pada tanggal produksi dan kedaluwarsa harus terlihat jelas. Jika samar bahkan tidak ada, konsumen wajib curiga, dan pilihlah obat dengan tanggal tersebut yang lebih jelas. “Seiring waktu, tanggal cetakan produksi dan kedaluwarsa pada obat palsu memang terlihat baik dan jelas. Namun tak ada salahnya memeriksa tanggal sebelum membeli obat,” lanjut Vincent.

Perhatikan Cetakan

Cetakan yang dimaksud meliputi seluruh informasi dalam kemasan obat. Merk, bahan baku, pabrik, lokasi produksi, tanggal pemakaian, harus jelas. Ini untuk menjamin keamanan konsumsi obat.

Sama dengan tanggal, cetakan juga makin baik karena produsen obat palsu bisa beli sendiri teknologi mesin cetak dan produksi obat lain. Masyarakat tetap disarankan memeriksa cetakan sebelum membeli obat supaya tidak terjebak produk palsu,” katanya.

Lihat Kemasan

Sebelum dibeli, obat harus terbungkus rapi di kemasannya. Bila kemasan rusak, tidak rapi, butir tidak lengkap, dan kondisi tidak rapi lainnya, masyarakat harus waspada. “Kemasan bisa jadi pembeda antara obat asli dan palsu. Pastikan kemasan terlihat rapi sebelum membeli,” pungkasnya.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, baik fasilitas-fasilitas kesehatan maupun masyarakat dapat cermat dalam membeli obat. Agar dampak kesehatan dari obat palsu dapat dihindari dan mendapat manfaat dari obat yang asli.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here