Mukisi.com-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengingatkan bahwa obat keras dilarang dijual secara daring (online). Hal ini disampaikan pada Pidato 3 Tahun Kinerja Perubahan Badan POM 2016-2019 di Jakarta, Senin (22/7).

Obat keras disimbolkan dengan lingkaran merah, memiliki garis tepi warna hitam dan ada huruf K di tengahnya. Dosis obat ini tergolong tinggi, sehingga harus menggunakan resep dokter untuk mengonsumsinya agar tidak menimbulkan efek samping yang buruk.

Selain diketahui melalui simbol tersebut, obat ini juga disebut obat golongan G yang umumnya juga tak memuat cukup informasi tentang obat maupun bahan yang terkandung di dalamnya. Termasuk takaran atau dosis konsumsi, komposisi, dan nama obat itu sendiri, itulah mengapa harus ada pengantar resep dokter ketika membelinya.

Apotek atau toko obat dalam menjalankan usahanya harus memiliki tenaga apoteker dan izin operasional sehingga dapat menjualkan obat-obatan golongan G ini. Obat keras yang dikonsumsi secara sembarangan akan berdampak memperparah penyakit yang ada atau malah dapat meracuni tubuh. 

“Obat keras tidak boleh dijual secara daring, karena harus ada surat serah terima dokter apoteker,” ujar Penny, seperti dilansir dari Antara.

Oleh karena itu, guna mencegah penyebaran obat ini secara daring, Penny mengatakan pihaknya saat ini sedang mengupayakan pendekatan dengan pengelola platform marketplace untuk mengatur peredaran produk farmasi dalam jaringan.“Kami akan melakukan kesepakatan kerja dengan platfotm marketplace untuk bersama mencegah dan mengawasi,” jelasnya.

Pasar daring sangat dinamis dan serba memudahkan. Sehingga, menurut Penny, hal itu dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk menyalahgunakan kemudahan untuk menjual obat keras, termasuk obat palsu yang membahayakan masyarakat.

Dia mengatakan terdapat kerugian negara akibat penjualan obat palsu dan obat keras secara daring.

“Kerugian negara menyangkut kesehatan obat dan makanan, yaitu kesehatan fisik dan jiwa, daya saing kemampuan masyarakat untuk produktif yang terkendala. Dari aspek ekonomi, memang produk ilegal akan melemahkan pelaku usaha yang beroperasi secara benar dan baik, serta tidak membayar pajak,” kata dia.(nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here