Mukisi.com-Setelah mengadakan rapat untuk menentukan poin yang dibahas pada acara pra-konsinyering, akhirnya pra-konsinyering digelar pada 3-4 Agustus 2019 lalu.

Pra-konsinyering ini dilakukan MUKISI sebagai pembahasan rinci terhadap poin yang kemudian dibawa pada konsinyering bersama DSN MUI mendatang.

Pada pertemuan di hari pertama (3/8), acara pra-konsinyering yang dihadiri Pengurus Harian MUKISI Pusat, Divisi Sertifikasi RS Syariah MUKISI, dan Direksi RS yang telah tersertifikasi syariah ini membahas evaluasi dan peninjauan terhadap Standar dan Instrumen Penilaian RS syariah.

Disampaikan Samsudin Salim, S.Ag., M.Ag., mewakili Divisi Sertifikasi RS Syariah MUKISI, bahwa selanjutnya perubahan itu, baik penambahan, pengurangan, serta penempatan tata letak standar dan elemen penilaian selanjutnya akan disesuaikan dengan format ReDOWSKo (regulasi, dokumentasi, wawancara, simulasi, dan konfirmasi).

ReDOWSKo sendiri merupakan buku panduan resmi untuk survei akreditasi dengan metode terbaru sesuai dengan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang dirumuskan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Selain standar dan instrumen penilaian, pada hari pertama ini juga fokus pula pada agenda peninjauan bidang pelayanan dan manajemen.

“Jadi peninjauan mulai dari prosedur pendaftaran, pra-survei, survei, dan survei istiqomah dari proses sertifikasi RS syariah,” papar Samsudin Salim.

Selanjutnya, perubahan pada masing-masing standar, lanjut Samsudin Salim, akan dipresentasikan pada saat konsinyering bersama DSN MUI yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus mendatang di Jakarta.

Ke depannya, dari acara ini, menurut Samsudin Salim, diharapkan akan segera terbit buku Standar dan Instrumen Penilaian RS syariah versi 1441 H.

“Tentunya buku dengan format yang lebih sistematis, agar semua mampu terlaksana jauh lebih baik lagi,” pungkasnya. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here