Mukisi.com-Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA) Semarang menjadi finalis dalam lomba yang diadakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Inovasi aplikasi yang disuguhkan mampu bersaing dengan rumah sakit lain.

Di era industri 4.0, rumah sakit perlu berinovasi dalam pemanfaatan teknologi informasi dengan baik di dalam operasional maupun peningkatan pelayanan rumah sakit. Hal itu bertujuan untuk memudahkan pimpinan serta staf rumah sakit dengan penggunaan teknologi informasi tersebut.

Sehingga manajemen rumah sakit didorong untuk melakukan perubahan serta inovasi di segala bidang agar dengan mudah merespon tuntutan dan kebutuhan konsumen rumah sakit di masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, unruk memotivasi rumah sakit agar lebih berinovasi dalam mempersiapkan proses peningkatan kesiapan akreditasi rumah sakit, KARS mengadakan lomba untuk inovasi aplikasi pelayanan rumah sakit dalam akreditasi.

Maksud dan tujuan diadakannya lomba tersebut adalah untuk memicu para pengelola rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit serta melakukan inovasi aplikasi dalam pelayanan dan asuhan pasien di rumah sakit.

RSI Sultan Agung memiliki banyak aplikasi yang sudah dibangun dan diimplementasikan, sehingga memutuskan untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh KARS tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengirim aplikasi melalui online beserta password untuk melihat aplikasi, hal itu sebagai tahap awal penilaian yang dilakukan oleh KARS.

“Kami ikut lomba dengan mengirim aplikasi via online, sebagai awal pendaftaran serta manual book. Password aplikasi pun kami berikan untuk melihat aplikasi tersebut dan sebagai tahap awal penilaian KARS,” ujar dr. Masyhudi AM, M.Kes selaku Direktur Utama RSISA.

Setelah melewati proses tersebut, RSISA mendapat surat kabar yang menyatakan bahwa RSI Sultan Agung menjadi finalis dari lomba inovasi aplikasi pelayanan rumah sakit tersebut dan berkesempatan hadir pada final yang diadakan di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 2019.

Aplikasi yang sudah dikembangkan oleh RSI Sultan Agung di antaranya ada SHC (Sharia Hospital Culture), BPI (Bimbingan Pelayanan Islam), dan E-Imut (Pelaporan Capaian Indikator Mutu).

Harapan besar dari RSISA selain mendapat juara dalam lomba tersebut adalah ingin ke depannya dapat lebih mengembangkan sistem informasi teknologi yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Kami ingin berbagi dari rumah sakit lain bahwa sistem aplikasi di tempat kami yang sudah berjalan dapat membantu kinerja pelayanan dari rumah sakit ini jika dimanfaatkan oleh banyak orang tentu akan semakin bermanfaat dan bisa jadi menginspirasi  rumah sakit lain untuk membuat aplikasi yang sama atau bahkan lebih baik dari kami.” harap pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).(Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here