Mukisi.com-Selasa (30/7), MUKISI beserta Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat penyelenggaraan kesehatan dan pelaksanaan syariah.

Penandatangan ini dilakukan dr. Sagiran, Sp.B, M.Kes. Ketua Divisi Sertifikasi RS Syariah sebagai perwakilan dari MUKISI dan Prof. Dr. Achmad Mursyidi M.Sc, Apt. Direktur Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Lebih jelasnya, kerja sama yang dilakukan dengan institusi pendidikan ini tentunya bersinggungan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

Kerja sama ini dirasa perlu, terutama dalam upaya bersama mensosialisasikan istilah syariah dari rumah sakit syariah yang masih belum dipahami dengan tepat, khususnya bagi para masyarakat awam. “Malah yang paling buruk dikaitkan dengan isu-isu radikalisme Islam. Itu kan tidak benar,” tutur dr. Sagiran ketika dihubungi redaksi. 

“Apalagi ada yang mengatakan, nanti orang non-muslim tidak dilayani dengan baik, akan dibedakan. Itu adalah rumor buruk yang salah dan harus dikoreksi,” lanjut dr. Sagiran.

Untuk itu, dengan menggandeng institusi, diharapkan penyampaian pemahaman RS syariah ini ke depan semakin mudah dipahami oleh masyarakat. Apalagi, hal ini sejalan dengan salah satu misi yang dimiliki program studi magister Kesehatan Masyarakat UAD Yogyakarta.

“Karena prodinya Kesehatan Masyarakat, sementara yang berhubungan kesehatan dan pelaksanaan syariah adalah perhimpunan MUKISI, maka kami sepakat melakukan kerja sama yang dituangkan dalam MoU, karena sama-sama memiliki misi untuk berkehidupan sesuai syariah,” papar dr. Sagiran.

Dengan adanya program studi yang bekerja sama, lanjut dr. Sagiran, tentu akan menjadi sinergi yang sangat bagus. Kolaborasi ini diperlukan dan akan sangat berguna, baik bagi stakeholders, masyarakat, pengguna jasa, hingga bagi kalangan perguruan tinggi juga kemudian memiliki lahan untuk penelitian, publikasi, dan bagi pengajaran para peserta didiknya.

Dengan adanya MoU MUKISI dengan UAD Yogyakarta ini, maka menjadi MoU pertama yang dilakukan MUKISI secara langsung dengan institusi perguruan tinggi. 

Sebelumnya, kerja sama MUKISI dengan perguruan tinggi baru sebatas bersama-sama tergabung dalam member perkumpulan federasi dari asosiasi kedokteran Islam dunia atau Federation of Islamic Medical Associations (FIMA) yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Islam di Indonesia atau Indonesia Islamic Medical Association (IIMA), di mana MUKISI telah menjadi salah satu dari tiga unsur IIMA bersama Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) yang merupakan organisasi perguruan tinggi kedokteran yang bernafaskan Islam dan Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI).(nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here