Mukisi.com-Menginjak era 4.0, mendorong inovasi teknologi untuk memberikan perubahan terhadap pemenuhan kebutuhan di Rumah Sakit (RS). 

Semangat bersyariah kini semakin terlihat pada masyarakat Indonesia. Hal-hal yang sesuai dengan kaidah-kaidah syar’I pun mulai beradaptasi, salah satunya RS Syariah. Perlunya persiapan yang matang untuk mampu mengambil peluang agar tidak kalah bersaing dengan rumah sakit di dalam maupun di luar negeri.

Manajemen rumah sakit disorong untuk melakukan perubahan serta inovasi di segala bidang untuk dapan dengan mudah merespon tuntutan dan kebutuhan konsumen rumah sakit di masa yang akan datang.

Menurut ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), drg. Susi Setiawaty, MARS dalam tribunnews, mengungkapkan bahwa dunia perumahsakitan harus merespon perubahan tersebut dengan bijak dan cerdas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, institusi dan fasilitas kesetahan.

Perlunya RS untuk berinovasi terhadap teknologi masa kini merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemanfaatan sistem informasi yang baik akan sangat membantu dalam pengelolaan. Proses bisnis bisa lebih lancar, dan yang paling penting dapat meningkatkan pelayanan pasien secara lebih cepat, lebih baik, dan akurat.

Begitu pun dengan RS Syariah yang mulai berinovasi dalam perkembangan era 4.0. seperti pada RSI Sultan Agung Semarang (RSISAS) yang telah mengembangkan aspek teknologi informasi untuk support proses di dalam RS.

Ini diungkapkan oleh dr. Burhanuddin Hamid Darmaji, MARS, dalam survei istiqomah yang telah dilakukan tahun lalu. Para tim asesor sangat mengapresiasi RSISA. “Banyak improvement yang dilakukan RSISA dalam satu tahun pasca menerima sertifikat dengan mengembangkan teknologi informasi,” ungkapnya.

RSISA mengembangkan pelayanan berbasis IT (Informasi Teknologi) di antaranya ada SHC (Sharia Hospital Culture), BPI (Bimbingan Pelayanan Islam), dan E-Imut (Pelaporan Capaian Indikator Mutu). Dengan adanya sistem informasi yang sangat mumpuni ini, RSISA turut mendukung gerakan paperless dalam rumah sakit.

Dengan demikian, RS yang telah tersertifikasi syariah mampu menghadapi tantangan jaman di era 4.0 untuk selalu berinovasi terhadap perkembangan teknologi. Pengembangan pelayanan rumah sakit berbasis IT tersebut pun menjadi bukti bahwa RS Syariah telah beradaptasi dengan baik dan tentunya akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen.(Gth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here