Mukisi.com-Kemajuan teknologi kesehatan dewasa ini patut diapresiasi. Namun tak serta merta RS yang menerapkan kecanggihan teknologi bisa bertahan di zaman sekarang. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan. RS Mount Elizabeth punya caranya tersendiri.

RS Mount Elizabeth mengungkap bahwa kemampuan bertahan hingga hari ini bukan hanya karena kecanggihan teknologi RS. Chief Executive Officer (ceo) RS Mount Elizabeth, Stephens Lo menuturkan ada banyak strategi yang mereka lakukan. Salah satunya adalah kecepatan penanganan penyakit.

Kecepatan menjadi salah satunya. Kemampuan untuk bertemu pasien dalam beberapa jam dan memberi diagnosa dan perawatan dalam 48 jam adalah beberapa keunggulan,” demikian diutarakan oleh Lo dalam liputan6.

Kerapkali beberapa pasien membutuhkan penanganan yang cepat. Seseorang tidak boleh mendapat perawatan penyakit yang terlalu lama. Karena, jika penanganan yang didapat lama, maka bisa mengganggu kondisi mental pasien.

Apa yang kami lakukan memberikan pasien perasaan lebih tenang,” lanjutnya.

Strategi berikutnya adalah mereka menggunakan tenaga medis yang andal. Bahkan di RS tersebut telah memiliki lebih dari 550 spesialis multidisipliner. Ini akan membuat pasien merasa lebih tenang karena ia ditangani oleh para dokter yang berpengalaman dengan berbagai kasus.

Dan strategi berikutnya adalah penerapan teknologi. Mereka juga turut berinvestasi dalam hal teknologi. Diakui oleh CEO itu, meski tak semua pasien membutuhkan perawatan dengan peralatan canggih, mereka akan tetap merawat dengan peralatan yang baik.

Menyediakan itu tidak selalu harus digunakan. Kami menyediakan para dokter dengan berbagai opsi untuk para pasien. Agar pasien mendapat perawatan yang tepat,” katanya.

Dan yang terakhir sekaligus paling penting adalah bagaimana membuat pasien merasa nyaman seperti di rumah sendiri meski dalam perawatan.

Yang selalu dicari pasien adalah untuk melihat diri mereka nyaman seperti di rumah, percaya, dan punya harapan,” pungkas Lo.

Kami bukan tempat pembuat keajaiban untuk menyembuhkan penyakit dan semacamnya. Tapi, pasien yang datang adalah manusia dan mereka harus mendapatkan kepedulian dan cinta. Tidak hanya untuk pasien, namun juga keluarganya,” terangnya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here