Mukisi.com-Limbah menjadi satu masalah yang tak kunjung selesai, meski untuk Rumah Sakit (RS) sekalipun. Limbah medis yang dibuang sembarangan tentu akan menimbulkan bahaya bagi lingkungan. Karenanya, perlu penanganan khusus agar limbah ini tak membahayakan.

Menurut Departemen Kesehatan, limbah RS adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan RS dalam bentuk padat, cair, pasta maupun gas yang mengandung mikroorganisme patogen. Limbah ini bersifat infeksius, bahan kimia beracun, dan bersifat radioaktif. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa limbah RS tergolong limbah berbahaya dan beracun.

Mengutip dari tirto.id, dalam penelitian yang berjudul Drugs down the drain: When nurses object mengungkap para perawat RS di Amerika yang membuang bagian tidak terpakai dari narkotika dan zat lain secara rutin di dalam saluran air dalam kota. Praktik yang dilakukan oleh para perawat ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Lalu, pada Agustus 2011 lalu, laporan dari United States Government Accountability Office (GAO) berjudul Action Needed to Sustain Agencies’ Collaboration on Pharmaeuticals in Drinking Water juga mengungkap bahwa obat-obatan yang dibuang langsung dapat masuk ke lingkungan hingga ke saluran air dengan berbagai cara, seperti limbah manusia dan hewan, pembuangan obat-obatan lewat toilet, penggunaan obat-obatan hewan, pembuangan limbah RS dan industri.

Dalam laporan tersebut juga mengatakan bahwa bahaya limbah yang terbuang ini dapat mengontaminasi air minum. “Dalam beberapa kasus, zat-zat kontaminan itu mungkin telah dibuang ke lingkungan dan memakan waktu yang lama,” tulis GAO.

Di sisi lain dalam CNN, David JC Constable, Direktur Sains dari Green Chemistry Institute American Chemical Society mengatakan bahwa campuran bahan kimia dalam air minum, makanan, dan udara, tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Kehadiran satu senyawa tersebut dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme nutrisi yang lain,” katanya.

Sebenarnya, limbah medis ini bukan hanya menjadi masalah RS, tapi juga menjadi masalah tiap pribadi. Beberapa orang akan membuang begitu saja beberapa sisa obat-obatan. Secara tidak langsung, hal ini tetap berisiko merusak lingkungan.

Untuk meminimalisasi risikonya, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menyarankan melakukan hal berikut.

Hal pertama, dalam membuang obat-obatan sisa dan tidak lagi bisa dipakai, buanglah obat tersebut dengan mencampurkan kotoran kucing atau bubuk kopi bekas. Ini bertujuan agar tidak menarik perhatian anak-anak atau hewan lain, dan mencegah siapapun yang ingin mencari obat.

Yang kedua, sebelum membuang ke tempat sampah, masukkan campuran ke dalam kantong plastik yang bisa ditutup agar tidak bocor. Dan yang terakhir, gosok semua informasi pada label obat-obatan sebelum membuangnya.

Dengan melakukan beberapa penanganan di atas, kita turut dalam menjaga lingkungan tetap sehat bagi kita. Dan menurunkan risiko terserang beberapa penyakit karena endapan senyawa kimia dalam tubuh kita.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here