Mukisi.com-Teknologi Informasi (TI) makin hari makin berkembang. Semua sektor pun turut terkena dampaknya, tak terkecuali rumah sakit (RS). Bagi RS yang menerapkan sistem TI tentu ada banyak keuntungan. Salah satu keuntungannya dapat membuat RS hemat biaya.

Sebelum masuk ke era digitalisasi, RS biasanya akan menyimpan rekam medik dalam bentuk tumpukan kertas. Kini, hal itu sudah digantikan dengan file-file digital yang tentunya hemat tempat dan juga biaya.

Mengutip dari suara.com, selain membuat RS ramah lingkungan, penerapan digitalisasi juga membuat RS hemat biaya. Ini berdasarkan hasil studi independen yang dilakukan GE Healthcare dan RS Premier Bintaro. Mereka mengungkap bahwa penggunaan teknologi digital dapat menghemat biaya rumah sakit hingga 31 persen, khususnya untuk departemen radiologi RS.

Penghematan biaya ini terutama karena semakin berkurangnya penggunaan film rontgen yang selembarnya bisa menyedot sekian budget. Berkat digitalisasi, sekarang tidak perlu lagi pakai film. Bisa diakses di perangkat lunak,” ujar Wildan Djohny, VP Business Development and IT Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia.

Dalam studi independen itu juga menyebutkan bahwa bukan hanya RS yang untung, namun juga pasien. Hal ini terbukti dari berkurangnya waktu tunggu pasien sebesar 38 persen karena efisiensi jalur kerja. Kemudian, ketepatan diagnostik juga meningkat hingga 10 persen dari kualitas gambar dan pengukuran radiologis yang baik.

RS Syariah Turut Ikuti Perkembangan Teknologi

Sementara itu, penggunaan teknologi informasi yang canggih ini juga disadari oleh berbagai tenaga medis di RS syariah. Salah satu RS bersertifikasi syariah yang telah menerapkan teknologi informasi yang mumpuni adalah RSI Sultan Agung Semarang.

Produk-produk teknologi informasi yang mereka gunakan di antaranya SHC (Sharia Hospital Culture), BPI (Bimbingan Pelayanan Islam), dan E-Imut (Pelaporan Capaian Indikator Mutu). Perkembangan yang dilakukan oleh RS ini mendapat apresiasi dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).

Banyak improvement yang dilakukan RSISA pasca satu tahun menerima sertifikat. Mereka mengembangkan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis di dalam RS,” terang dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, Sekretaris Mukisi, ketika proses survei istiqomah berlangsung.

Pengembangan teknologi yang baik dalam RS terbukti memberi keuntungan bagi RS dan pasien. Mereka dapat memangkas biaya jika cerdas memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, RS pun tidak akan mengalami kemunduran, namun bisa terus maju dan berkembang.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here