Mukisi.com-Sejak ramainya persoalan RS Syariah, ini tak menyurutkan minat beberapa pihak untuk belajar lebih lanjut soal RS Syariah. Dengan mengusung semangat bersyariah di nusantara, Mukisi berhasil mensertifikasi lebih dari 60 RS.

Diterangkan oleh dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, Sekretaris dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), hingga saat ini jumlah RS yang telah tersertifikasi lebih dari 60 RS. Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Karena, ini adalah bukti bahwa sertifikasi syariah makin diminati oleh para pelaku industri kesehatan.

Alhamdulillah, peminatnya makin banyak. Saat ini sudah bertambah dari tahun lalu yang jumlahnya 54 RS, sekarang lebih dari 60 RS,akunya.

Kemudian, ia juga beranggapan bahwa jumlah ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keberadaan rumah sakit syariah. Sedangkan, kritik-kritik yang sempat berlalu hingga hari ini sudah diluruskan oleh pihak-pihak terkait.

Di sisi lain, sebelumnya sempat viral tentang RS yang memberlakukan aturan penjaga yang sesuai gender. Isu ini menjadi cukup sensitif dan menjadi kontroversi. Namun, secara tidak langsung hal ini juga dapat mengedukasi masyarakat tentang RS Syariah.

Ketentuan di RS Syariah itu sebenarnya umum secara internasional, dalam hal ini untuk penjaga pasien sama gender. Karena, ini untuk menjaga privasi pasien dan umum berlaku di luar negeri,” ungkapnya.

Dengan adanya momen tersebut, Dokter Burhan turut bersyukur karena dapat menjadi momen yang tepat untuk menjelaskan pada dunia industri dan meminimalisasi kekhawatiran masyarakat. Bahwa, adanya sertifikasi syariah di dalam RS bukan berarti akan mendiskriminasi, antikebhinekaan, dan lain sebagainya.

Ditambahkan oleh pria yang juga Sekretaris Mukisi itu, bahwa pedoman pelaksanaan sertifikasi sudah dibuat secara lengkap oleh Mukisi.

Pedoman ini kami membuatnya untuk semua. Jika ingin melangkah ke tahap selanjutnya yakni sertifikasi, maka itu sudah jadi kewenangan Dewan Syariah Nasional,” ujarnya.

Panduan ini meliputi sisi pelayanan, manajemen, kesesuaian syariat Islam, hingga teknis-teknis medis. Mukisi pun akan membersamai DSN-MUI saat sertifikasi, karena Mukisi adalah partner DSN-MUI dalam hal ini.

Dipaparkannya, hingga awal tahun 2019 ini, sudah sekitar 20 RS yang tersertifikasi. Tahun ini, Mukisi menargetkan sebanyak 100 RS yang tersertifikasi syariah. Di antara jumlah tersebut, sudah ada beberapa RS Pemerintah yang mengajukan sertifikasi. Ini menjadi bukti bahwa RS Syariah tidak eksklusif untuk RS Islam saja, namun semua RS baik milik swasta maupun pemerintah.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here