Mukisi.com-Kamis (4/7), semangat bersyariah dalam rumah sakit (RS) kembali berkobar. Ini dibuktikan dari pendampingan sertifikasi syariah yang dilakukan RSI Siti Khadijah Palembang oleh tim dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).

RSI Siti Khadijah Palembang adalah RS pertama di Sumatera Selatan yang menjalankan sertifikasi syariah ini. “Awalnya karena kami ingin RSI Siti Khadijah, sebagai RSI terbesar sekaligus RSI yang cukup tua disini mendapat pengakuan sebagai RS Islam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ungkap dr. Jon Ganefi, Sp.PD, selaku Direktur dari RSI Siti Khadijah.

Setelah terakreditasi paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), mereka dengan sigap mengajukan sertifikasi syariah ke Mukisi. Pada sesi pendampingan, dr. Masyhudi AM, M.Kes, dan Miftachul Izah, S.E., M.Kes, datang sebagai asesor dari Mukisi. Pada kesempatan itu pula, RSI Siti Khadijah mengundang beberapa RSI dan RSU.

RSI dan Rumah Sakit Umum (RSU) tersebut di antaranya RSI Muhammadiyah, RSI Ar Rasyid, RSU Muhammad Husein, dan RSU Musi Medika Cendekia. “Perwakilan owner, direktur, dan beberapa staff dari RS yang kami undang turut hadir untuk belajar langsung proses sertifikasi syariah,” katanya. RSI Ar Rasyid menjadi salah satu RSI yang akan menyusul RSI Siti Khadijah untuk mendapatkan sertifikasi syariah.

Sudah ada pembicaraan pribadi oleh para perwakilan dari RSI dengan para asesor Mukisi. RS Ar Rasyid sepertinya terlihat sangat antusias. Mungkin mereka akan menyiapkan RS-nya untuk dilakukan sertifikasi syariah,” jelasnya.

Sementara itu, diakui oleh Dokter Jon bahwa sebenarnya niatan untuk melakukan proses sertifikasi ini sudah ada sejak sebelum sertifikasi syariah diresmikan MUI. “Yayasan, pemilik, hingga karyawan RS turut antusias menyambut pendampingan,” pungkasnya.

Pada waktu pendampingan, para asesor dari Mukisi langsung turun bergerak untuk memeriksa segala dokumen, fasilitas, hingga pelayananan RS. Dalam pendampingan itu pun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, dan para asesor langsung memberi saran yang membangun agar RS dapat segera mendapatkan sertifikasi.

Masih ada beberapa yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah kehalalan makanan di RS. Ya, ini segera kami urus, agar segera dapat dilakukan pra survei. InsyaAllah bulan depan proses sertifikasi ini akan berlanjut,” tuturnya.

Kami harap ketika sudah tersertifikasi nanti, para pasien tidak perlu lagi mengkhawatirkan kualitas layanan kami. Karena, RS telah menjamin kalau pelayanannya sesuai standar umum serta standar syariah,” tutup pria yang juga Direktur RSI Siti Khadijah tersebut.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here