Mukisi.com-Dalam rangka mensosialisasikan dan memasyarakatkan pemahaman mengenai sertifikasi syariah bagi rumah sakit, kembali diselenggarakan sebuah seminar. Kali ini, seminar diadakan di Tangerang dengan tajuk ‘Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, Berkah untuk Indonesia’ pada Rabu (3/7).

Seminar ini terutama membahas isu penilaian mengenai keberadaan RS syariah yang negatif. Padahal, sebagai pribadi seorang Muslim, tentu telah kita  kita yakini bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin yang membawa keberkahan. Oleh karena itu, harusya Islam bisa diterima berbagai pihak. Lalu, sebenarnya apa yang salah dengan keberadaan RS syariah? 

Arief R. Wismansyah, Walikota Tangerang, dalam sambutannya sempat menyinggung kemungkinan penilaian masyarakat mengenai berbagai hal yang menyangkut agama ini disebabkan adanya berbagai kasus mencuat yang menyangkut persoalan agama. Dalam hal RS syariah di kotanya sendiri, beliau menegaskan bahwa sertifikasi yang dilakukan merupakan bagian dari pelayanan terbaik yang ingin diberikan RS pada pasiennya.

“Dalam pengelolaan RS syariah, contohnya dalam menangani bekas darah, RS pasti akan melakukan cara mencuci bekas darah tersebut dengan benar karena darah adalah bagian dari najis. Sementara kesucian adalah bagian dari kebersihan, dan kebersihan adalah pelayanan paling paripurna yang RS ingin berikan,” ungkapnya dalam seminar yang bertempat di Aula Yayasan Rumah Sakit Islam Sari Asih Ar-Rahmah, Tangerang.

Meski begitu, tantangan yang dihadapi RS syariah ini adalah lebih kepada adaptasi yang dilakukan dengan budaya di sekitar, sehingga pemahaman masyarakat mengenai keberadaan RS syariah ini tidak keliru, seperti halnya dakwah Islam saat pertama kali masuk di Indonesia.

Islam masuk di Indonesia dan berhadapan dengan  animisme dan dinamisme, maka waliullah (Wali Songo) masuk kepada lapisan masyarakat melalui budaya wayang, tabuhan, dan sebagainya. Sehingga, dalam kesempatan ini, RS syariah diharapkan mampu berkembang pula di bumi Indonesia dan membawa kebaikan, khususnya di Kota Tangerang.

Selain korelasi pada cara dakwah Wali Songo tersebut, ia juga mencerminkan dakwah Rasulullah yang memang awalnya banyak yang memusuhi, tetapi akhirnya terbukti membawa kebaikan dan layak untuk didukung.

“RS syariah ini sejalan dengan Alquran  dan Sunnah, sehingga perlu pengawalan yang baik supaya tidak menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat,” ujarnya.

Arief kembali mengimbuhkan, RS syariah ini juga perlu diimplementasikan dengan baik. Ada nilai-nilai yang masih akan disesuaikan dengan norma-norma kehidupan masyarakat, sehingga mampu bersama-sama membangun RS syariah yang ke depannya mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Sementara itu, menurut KH. Ustaz M. Bukhari Muslim Perwakilan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam korelasi atas implementasi Alquran  dan Hadis dalam RS syariah ini, untuk memahaminya perlu definisi sendiri. Dari definisi tersebut, kemudian diuraikan dalam sebuah standar.

Definisi tersebut, Bukhari ibaratkan layaknya seorang perempuan yang berkerudung, “Apakah jika seorang sudah berkerudung berarti sudah syariah? Hanya salah satunya. Maka agar lengkap definisi seseorang yang menganggap dirinya syariah ini diperlukan adanya standar,” papar Bukhari.

Dia juga kembali menegaskan, bahwa pengawasan praktik syariah itu sendiri menjadi tanggung jawab MUI, dan adanya sertifikasi syariah yang dikatakan telah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) Pasal 109 itu tidak diwajibkan bagi setiap perseroan atau institusi, sehingga masyarakat tidak perlu mencemaskan hal tersebut. 

Standarisasi syariah, menurutnya, juga dilihat dari adanya akad. Seperti dicontohkannya pada bank, bank syariah dengan bank konvensional, sama-sama mendapatkan uang, namun dengan akad yang berbeda, “Seperti disebut murabahah di syariah, dan disebut utang/kredit di konvensional,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa dalam perkara fiqh (hukum), tentunya tidak semua orang ridho pada yang telah ditetapkan, setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda. jika ada yang kurang dari implementasi RS syariah ini menurut beliau, tentu akan diperbaiki. (nin)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here