Mukisi.com-Demi efisiensi layanan, kini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Rumah Sakit (RS) tengah memperjuangkan digitalisasi, salah satunya digitalisasi rekam medik. Dengan begitu, riwayat kesehatan pasien diklaim lebih ‘aman’ dan mudah diakses ketika dibutuhkan.

Seperti yang dilakukan oleh RS Pelni Jakarta. Sejak 2014, RS Pelni telah memulai digitalisasi layanan kesehatan terutama untuk pasien rawat jalan. Layanan digital yang dilakukan demi mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai keperluan seperti pendaftaran, rekam medis, dan sebagainya.

“Digitalisasi Pelni dimulai ketika gelombang pasien banyak sejak BPJS diberlakukan,” kata Kepala Divisi Pengembangan RS Pelni, Didid Winnetouw, dilansir dari Antaranews.

Didid menambahkan, secara tidak langsung digitalisasi ini mendukung gerakan lingkungan. Sebagaimana RS Pelni juga terdaftar sebagai rumah Green Hospital, salah satu program dari Kementerian Kesehatan.

“Salah satu indikator dari green hospital adalah paperless,” imbuh Didid.

Dengan Cloud, Mencari Rekam Medis Tak Lagi Repot

Kemajuan zaman membuat Rumah Sakit juga ikut mengalami digitalisasi, salah satunya di bidang penyimpanan rekam medis yang tak lagi menggunakan kertas. Rekam medis merupakan alat penting bagi dokter untuk mengetahui riwayat kesehatan sang pasien.

Biasanya rekam medis ditulis secara manual di kertas dan disimpan di ruang tertentu. Ketika pasien mengonsultasikan kondisinya ke Rumah Sakit, maka bagian rekam medis akan mencari status kesehatan pasien dan menyerahkannya pada dokter yang akan menangani.

BPJS Kesehatan juga tengah memperjuangkan digitalisasi rekam medik ini. Seluruh berkas dan dokumen yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan dibuat digital, termasuk riwayat kesehatan atau rekam medis pasien yang disimpan dalam komputasi awan sehingga dapat diakses oleh berbagai fasilitas kesehatan berbeda daerah di mana saja.

“Mimpi kita suatu saat rekam medik tidak perlu lagi disimpan di Rumah Sakit. Nanti simpan di komputasi awan, di manapun kalau terjadi sakit dan masuk rumah sakit beda kota, rekam mediknya bisa diunduh saja dari cloud,” papar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dikutip dari Antaranews.

Menurutnya, penerapan digitalisasi dalam sistem layanan Jaminan Kesheatan Nasional (JKN) mulai diuji coba dan diterapkan secara bertahap pada 2018 dan akan terus dilanjutkan hingga ke depan.

Begitu juga yang coba dilakukan oleh RS tersertifikasi syariah, RSIY PDHI yang terus mengembangkan informasi dan teknologi dalam proses digitalisasi.

Melansir dari laman resminya, di antara digitalisasi yang terus dikembangkan RSIY PDHI sebagai target kerja mulai tahun 2018 adalah penerapan e-MR (Electronic Medical record) meliputi rawat inap dan rawat jalan, disamping pengembangan produk yang lain. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here