Di era digitalisasi, masyarakat semakin dipermudah dalam mencari berbagai informasi di dunia maya. Meski demikian, informasi dunia maya rentan adanya hoaks, terutama informasi kesehatan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar informasi kesehatan yang kita terima bebas hoaks.

Perkembangan teknologi yang pesat membuat penyebaran informasi begitu cepat. Namun, beberapa informasi tersebut ada yang bisa dipercaya, ada yang tidak. Masyarakat seringkali mencari informasi kesehatan di dunia maya. Kendati demikia, para pakar dan ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi-informasi yang beredar.

Masyarakat pengguna internet sekitar 40 persen di antaranya mencari tentang kesehatan. Misalnya, jika info yang diklik itu adalah info hoaks, masyarakat mungkin akan mempercayai informasi tersebut dan menggunakannya,” kata Anis Fuad, Peneliti Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dalam detik.

Ia berharap ke depannya akan ada banyak konten kesehatan yang bisa memfilter informasi hoaks. Sehingga, informasi-informasi kesehatan yang beredar di dunia maya adalah informasi yang benar. “Orang-orang perlu diberi pembekalan tentang informasi hoaks. Jadi, kalau melihat hoaks harus ramai-ramai di laporkan,” tuturnya.

Selain hal tersebut, beberapa cara dapat dipakai untuk menyaring informasi hoaks tentang kesehatan. Berikut adalah caranya dilansir dari situs yang sama.

Pastikan Situs

Langkah pertamanya adalah dengan memastikan situs yang dituju. Apakah situs tersebut kredibel atau tidak? Caranya mudah. Lakukanlah pengecekan artikel, mulai dari siapa penulisnya, pemberi sarannya, jurnal rujukan atau sumber penelitiannya, dan izin resminya.

Langkah ini juga turut disetujui oleh dr. Daeng M. Faqih, SH., MH, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia menyatakan bahwa orang-orang perlu memastikan situs atau aplikasi tersebut kredibel, cari tahu izin resmi dari pemerintah terlebih dahulu.

Cari Tahu Profil Ahli Kesehatan yang Memberi Saran

Pastikan ahli kesehatan yang menulis atau memberi saran benar-benar bisa dipercaya. Caranya dengan mencari tahu profil mereka.

Cara lain dengan masyarakat memilih aplikasi lain yang menyediakan profil dokter lengkap dengan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP), serta sertifikat-sertifikat keahlian atau pelatihan yang diikuti,” kata Dokter Daeng.

Karena, dewasa ini banyak sekali yang mengaku dokter ataupun bukan bagian tenaga kesehatan yang menulis konten kesehatan. Maka, sangat penting untuk memastikan siapa yang memberi saran kesehatan dalam suatu tulisan tersebut.

Cek Ulang dan Konsultasi ke Fasilitas Kesehatan

Sebagian orang yang sakit akan memilih mencari informasi terlebih dahulu di internet, dan mereka akan menerka-nerka penyakitnya sendiri. Padahal, yang baik adalah dengan mengecek ulang informasi itu pada dokter di fasilitas kesehatan terdekat.

Studi Harvard Medical Systems mengungkap bahwa pasien yang mendiagnosa dirinya sendiri dan mengandalkan informasi di internet, sering melakukan penguluran waktu. Akibatnya, nyawa pun bisa terancam karena penanganan yang dilakukan tidak tepat.

Oleh sebab itu, jika ada informasi di internet. Sebaiknya, kita konsultasikan dulu pada dokter di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan begitu, informasi yang kita terima dapat dipastikan kebenarannya dan dapat digunakan.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here