Mukisi.com-Usai lebaran diperkirakan akan ada pertambahan penduduk baru di beberapa daerah. Penduduk-penduduk urban ini kadang tak sadar membawa wabah penyakit endemik. Mengetahui hal ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengambil langkah, agar penyakit endemik dapat dicegah.

Lalu lalang orang-orang di bandara, pelabuhan, stasiun, hingga terminal-terminal transportasi umum dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit endemik. Karenanya, Kemenkes RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memasang thermal scanner untuk mengantisipasi pemudik yang membawa virus penyakit, seperti diungkap dalam suara.com.

“Di bandara dan pelabuhan kita sudah memasang thermal scanner. Disini kami memang menaruh perhatian pada transportasi yang berasal dari daerah-daerah yang mempunyai risiko penyakit endemik, seperti malaria dari Papua dan NTT,” kata dr. Anung Sugihantono, M.Kes.

Jika ada seorang yang tertangkap thermal scanner terdeteksi membawa virus penyakit, maka pemeriksaan dan pengobatan akan dilakukan. Kegiatan ini sengaja dilakukan dalam rangka pemantauan kesiapan posko dan pelayanan kesehatan yang berada di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya dan selanjutnya akan dilakukan peninjauan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sementara itu, Kemenkes RI juga turut menyebarkan pesan agar tetap berhati-hati jika ingin melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang rawan penyakit endemik terutamanya malaria.

“Paling baik yang dapat kita lakukan adalah mencegah jangan sampai digigit nyamuk. Untuk itu kalau mau melakukan perjalanan ke daerah endemik tinggi lakukan perlindungan gigitan nyamuk,” jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Drg. Vensya Sitohang, M. Epid, dalam kompas.

Kemudian, ia juga mengimbau agar tidak keluar malam jika tidak terpaksa. Jikapun ingin keluar, usahakan untuk menggunakan pakaian tertutup dan pakailah lotion anti nyamuk, serta tidur dengan kelambu.

Lalu, untuk pencegahan lain, Anda dapat mengonsumsi obat kemoprofilaksis. Obat ini dapat dengan mudah ditemukan di apotik dan harus diminum sehari sebelum melakukan perjalanan ke daerah endemis malaria, konsumsi lagi ketika sesampainya disana, dan selama 4 minggu setelah perjalanan.

Tahun ini, Kemenkes benar-benar akan berupaya untuk mencegah penyakit endemik yang dibawa oleh orang-orang yang melakukan perjalanan. Jika ada yang terdeteksi, tentunya para petugas akan melakukan pemeriksaan pada pemudik tersebut, dan segera diobati jika memang saat pemeriksaan mengatakan bahwa orang tersebut membawa virus penyakit.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here